Animo Pemudik Tinggi, Tiket Kapal Eksekutif Pelabuhan Bakauheni Hari Ini Ludes Terjual
Penumpang yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni saat menscan tiket. Foto : Imanuel/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Jumlah pemudik yang menyeberang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni terus mengalami peningkatan.
Dampaknya, tiket kapal Ferry Ekspres atau Eksekutif Pelabuhan Bakauheni mengalami kehabisan pada Jumat (06/05/2022) siang.
General Manager PT. ASDP Cabang Bakauheni, Suharto mengatakan, habisnya tiket yang dapat dibeli dari aplikasi Ferizy itu lantaran animo pemudik yang cukup tinggi dalam menggunakan kapal Eksekutif.
"Ternyata animo masyarakat terhadap dermaga eksekutif itu sangat tinggi sekali sementara kuota terbatas. Jadi ada kuota sekitar 3.000 kendaraan setiap harinya," katanya.
Selain itu, kata dia, penyebab habisny tiket pada hari ini lantaran sudah banyak pemudik yang membeli tiket pada hari-hari sebelumnya atau jauh hari.
"Pembelian tiket itu paling lama 60 hari dari sebelum keberangkatan. Jadi sekarang ini bukan karena down atau bukan karena kerusakan di aplikasinya," tuturnya.
Dia pun mengungkapkan, para pemudik dapat kembali melakukan pemesanan tiket dengan jadwal pelayaran pada Sabtu (07/05/2022) besom.
"Memang sampai besok pagi itu reservasi nya sudah full. Kalau informasi dari tim IT itu besok pagi jam 6 ada 17 tiket. Jadi bukan ada kendala, bisa dibuktikan dilapangan itu pelayaran jalan terus. Berarti bisa dipesan dan mereka punya tiket," jelasnya.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni, Warsa menyarankan supaya pihak ASDP dapat menutup layanan eksekutif dan mengganti menjadi layanan reguler.
Hal itu, kata dia, bertujuan untuk dapat membantu seandainya terjadi kepadatan pemudik yang cukup tinggi di Pelabuhan Bakauheni.
"Pelayanan reguler semua, sehingga pengguna jasa ini bisa bebas masuk ke dermaga mana saja, karena tiket juga kan sama," katanya.
Menurut dia, dengan menyamakan semua pelayanan di seluruh dermaga pelabuhan, maka kemacetan pada arus balik dapat dihindari.
"Itu secara logika kita untuk mengatasi kemacetan, namun demikian semua itu berpulang kepada pihak ASDP yang punya sistem tiket Ferizy yang dimana disitu ada penjualan tiket eksekutif dan reguler," katanya.
"Ini kan namanya masukan dan pendapat. Bilamana terjadi kemacetan, mungkin itu salah satunya. Keputusan semua ada di pihak ASDP," jelasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Buruh Mengamuk: 11 Bulan Gaji Tak Dibayar, Kantor DPRD Lamsel Dikepung dan Ban Dibakar
Senin, 06 April 2026 -
Gaji 11 Bulan Tak Dibayar, Buruh PT San Xiong Steel Kecewa Tak Ditemui Bupati dan DPRD
Senin, 06 April 2026 -
Buron Beberapa Hari, Pelaku Curanmor di Kalianda Akhirnya Dibekuk
Senin, 06 April 2026 -
Libur Paskah, Ratusan Ribu Penumpang Padati Penyeberangan Merak–Bakauheni
Minggu, 05 April 2026
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Senin, 06 April 2026Buruh Mengamuk: 11 Bulan Gaji Tak Dibayar, Kantor DPRD Lamsel Dikepung dan Ban Dibakar
-
Senin, 06 April 2026Gaji 11 Bulan Tak Dibayar, Buruh PT San Xiong Steel Kecewa Tak Ditemui Bupati dan DPRD
-
Senin, 06 April 2026Buron Beberapa Hari, Pelaku Curanmor di Kalianda Akhirnya Dibekuk
-
Minggu, 05 April 2026Libur Paskah, Ratusan Ribu Penumpang Padati Penyeberangan Merak–Bakauheni








