Pertalite Langka di Lambar, Ratusan Kendaraan Rela Antre Berjam-jam
Ratusan pengendara roda dua dan roda empat terlihat mengantre di SPBU, Pekon Kembahang, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat. Foto: Echa/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pertalite Langka, ratusan pengendara roda dua dan roda empat mengantre berjam-jam di Stasius Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pekon (Desa) Kembahang, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat (Lambar), Selasa (26/04/2022) pagi.
Ratusan pengendara tersebut rela mengantre dari jam 5 subuh. Bahkan antrean kendaraan roda empat terjadi sepanjang 500 meter di badan jalan nasional lintas liwa.
Mustafa, salah satu pengendara mengatakan, dirinya mengantre dari jam 4:30 WIB dan di jam tersebut antrean sudah mengular di sepanjang jalan.
Bahkan dirinya baru mendapatkan pertalite pukul 07:00 pagi, mahalnya harga pertamax yang membuat dirinya rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan pertalite.
"Selesai sahur langsung ikut antre, karena kalau tidak berangkat jam segitu kita enggak kebagian. Kemarin saja sudah datang pagi masih tidak kebagian, jadi antisipasi. Apalagi mendekati lebaran takutnya kehabisan stok karena sulit mendapatkan pertalite," kata Mustafa, saat dimintai keterangan.
Sementara Pengawas SPBU Pekon Kembahang, Iwal mengatakan, untuk mengantisipasi adanya penimbunan BBM jenis pertalite ataupun pertamax, pihaknya tidak memperbolehkan masyarakat untuk membeli BBM jenis pertalite ataupun pertamax menggunakan gerigen atau lainnya.
"Menggunakan botol saja tidak boleh sebelum puasa juga sudah begitu, hanya boleh mengisi kendaraannya saja, dan itupun hanya boleh sekali mengantre tidak boleh berulang. Jadi kita upayakan agar masyarakat bisa mendapatkan stok BBM secara merata tidak terjadi penimbunan oleh masyarakat," terangnya.
Iwal juga mengatakan, kini pihaknya belum bisa memastikan kapan pengiriman BBM jenis pertalite ataupun pertamax dilakukan oleh PT Pertamina, sebab saat ini pengiriman tidak lagi rutin dilakukan. Pihaknya mendapatkan jatah pengiriman sebanyak 8.000 liter per hari.
"Kadang-kadang 16.000 liter. Setiap mendapat kiriman kita berupaya agar masyarakat bisa mendapatkan BBM secara merata tidak di beda-bedakan," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : PLN PADAMKAN LAMPU ARTERI AKIBAT PEMKOT TUNGGAK IURAN
Berita Lainnya
-
Pengendara Keluhkan Jalan Retak di Lampung Barat Tak Kunjung Diperbaiki
Rabu, 08 April 2026 -
Pencairan Dana Hibah Ormas di Lampung Barat Masih Tahap Verifikasi
Selasa, 07 April 2026 -
Lampung Barat Buka Peluang Investasi Energi, PT Nataran Mining Mulai Penjajakan
Senin, 06 April 2026 -
Dorong Peningkatan PAD, Pemkab Lampung Barat Minta ASN Jadi Pelopor Mutasi Kendaraan
Senin, 06 April 2026








