Penyebab Meninggalnya Remaja 15 Tahun Warga Bandar Lampung Masih Teka-teki
Salah seorang kerabat menunjukkan foto PA korban pembunuhan semasa hidup. Foto: Dok Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kasus penemuan mayat
wanita didalam rumah kosong di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang
Lampung Selatan (Lamsel) pada beberapa waktu lalu masih menimbulkan teka-teki.
Pasalnya, hingga saat ini belum diketahui penyebab dan kapan
meninggalnya wanita yang ketika ditemukan sudah dalam kondisi membusuk itu.
Belakangan diketahui mayat wanita itu berinisial PA (15)
seorang remaja warga Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Barat, Kota Bandar
Lampung.
Kapolres Lamsel AKBP Edwin ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil otopsi sehingga belum dapat menyimpulkan apa penyebab remaja yang masih dibawah umur itu meninggal dunia.
BACA JUGA: Terungkap
Ini Identitas Mayat Wanita yang Ditemukan di Sabah Balau Lamsel
"Belum keluar hasilnya, menunggu hasil otopsi
aja," kata Kapolres ketika dihubungi, Kamis (09/12/2021).
Dia mengatakan, pihaknya pun akan langsung memberikan
informasi apabila hasil otopsi dari RS Bhayangkara sudah keluar.
"Enggak bisa diperkirakan, harus berdasarkan hasil
otopsi. Nanti diinfokan kalau sudah ada," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, PA (15) pertama kali ditemukan pada
Minggu (06/12/2021) lalu oleh seorang warga yang akan mengambil triplek didalam
rumah kosong di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang Lamsel.
Ketika ditemukan, anak dibawah umur itu sudah dalam keadaan yang hampir tanpa busana. (*)
Video KUPAS TV : PENETAPAN UMK BANDAR LAMPUNG TAK SESUAI HARAPAN WALI KOTA
Berita Lainnya
-
Peringati HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri, DPD PDI-P Lampung Tebar 10 Ribu Bibit Ikan di Lamsel
Jumat, 23 Januari 2026 -
Natal di Balik Jeruji, Harapan Tetap Menyala di Lapas Kalianda
Selasa, 20 Januari 2026 -
Rem Blong Truk Picu Tabrakan Beruntun di Jalinsum Bakauheni, Satu Orang Tewas
Selasa, 20 Januari 2026 -
Jaga Keamanan Pangan, Seluruh Karyawan SPPG Kedaton 2 Lamsel Jalani Skrining Hepatitis A
Minggu, 18 Januari 2026









