Pemprov Lampung Berencana Pinjam Dana PT SMI Rp 569 Miliar, Buat Apa Sih?
rapat Paripurna dalam rangka Laporan Badan Anggaran DPRD Provinsi Lampung terhadap Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD Provinsi Lampung Tahun 2022, Rabu (10/11/2021). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Lampung berencana meminjam Rp 569 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur
(SMI) untuk pembiayaan perbaikan ruas jalan provinsi setempat.
Hal itu terungkap pada rapat paripurna dalam Rangka Laporan
Badan Anggaran DPRD Provinsi Lampung terhadap Kebijakan Umum APBD (KUA) dan
Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD Provinsi Lampung Tahun 2022,
Rabu (10/11/2021).
Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Lampung, Darlian Pone
menyampaikan, untuk persetujuan atas pinjaman jangka panjang daerah yang telah disepakati
bersama pada kebijakan umum APBD yakni dengan ketentuan.
"Rencana besaran pinjaman daerah sejumlah Rp 569
miliar, dengan jangka waktu pengembalian selama 5 tahun," ujar Darlian
Pone.
"Pinjaman jangka panjang ditujukan untuk pembiayaan
infrastruktur jalan prioritas provinsi Lampung," timpalnya.
Berkenaan dengan itu terangnya, kiranya pimpinan dan anggota
DPRD dapat menyetujui menjadi keputusan DPRD provinsi Lampung sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan,
persetujuan atas pinjaman jangka panjang yang telah disepakati bersama ini
dengan ketentuan rencana besaran pinjaman daerah sebesar Rp 569 miliar.
"Pinjaman ini tidak bisa berdasarkan keinginan tetapi
memang sudah waktunya berdasarkan kebutuhan mana saja wilayah yang ingin kita
bangun ekonominya agar bangkit, atau industri supaya dipercepat selain fungsi
konektifitasnya," ujar Arinal.
Atas keluhan pengusaha industri agar pemerintah melakukan
perbaikan infrastruktur, jelasnya, maka pemprov mesti meminta persetujuan DPRD
Lampung lewat rapat paripurna.
"Jangka waktu pengembalian saya ingin, kalau bisa satu
tahun saja, kenapa harus berkepanjangan dengan tahapan," timpalnya.
Kedepan dengan hadirnya jalan itu jelasnya, bisa menumbuhkan
ekonomi, karena akibat jalan rusak banyak bisnis yang terbengkalai. padahal salah satu syarat
transportasi itu adalah terbangunnya infrastruktur.
"Jadi gak bisa asal-asalan karena ini pinjaman. Yang
penting ekonomi terjamin. Karena banyak perkebunan, tanaman pangan dan
peternakan yang proses distribusinya tergantung infrastruktur jalan. Karena
sebelumnya ketika akan dilakukan pemasaran terkadang terhambat," tuturnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana menambahkan, dari anggaran Rp 569 miliar itu nantinya akan dilakukan perbaikan infrastruktur sepanjang 500 kilometer tahun 2022 mendatang.
"Karena keterbatasan anggaran, maka kita pilih
jalan-jalan prioritas utama berdasarkan arahan dan petunjuk gubernur dan wakil
gubernur," kata dia.
"Kita memiliki 25 ruas jalan prioritas yang akan
diperbaiki yang nantinya mampu menumbuhkan perekonomian. Seperti jalan sentra
produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan lainnya," timpal Febrizal.
Sementara itu, saat ini kondisi kemantapan jalan provinsi Lampung sekitar 76 persen. Namun, jelasnya, untuk mendapatkan kemantapan jalan yang ideal diperlukan dana sekitar Rp 4 triliun untuk 99 ruas. (*)
Video KUPAS TV : DPRD MINTA PENGGUSURAN DI SUKARAME & SABAH BALAU DITUNDA
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








