Hari Museum Indonesia, UPTD Museum Lampung Adakan Kegiatan Belajar Konservasi
UPTD Museum Lampung Adakan Kegiatan Belajar Konservasi. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dalam rangka Hari Museum Indonesia yang diperingati setiap tanggal 12 Oktober, UPTD Museum Lampung mengadakan sejumlah kegiatan diantaranya belajar konservasi di Museum.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Dengan Belajar Konservasi Kita Berperan Serta Melestarikan Warisan Budaya Lampung’ tersebut diikuti 4 sekolah dari dua kabupaten yaitu Kabupaten Lampung Selatan dan Tanggamus.
Kepala UPTD Museum Lampung, Budi Supriyanto, S.Sos. M.Hum mengatakan, ada empat sekolah yang mengikuti kegiatan belajar konservasi di Museum Lampung yaitu SMAN2 Kalianda Lamsel, SMKN 1 Kalianda Lamsel, SMAN 1 Bulog Tanggamus dan SMK Nurul Falah Pugung, Tanggamus.
Belajar konservasi, kata dia bertujuan bagaimana melakukan perawatan terhadap koleksi yang dimiliki Museum Lampung atau dengan kata lain pihaknya berbagi ilmu dengan para siswa bagaimana merawat benda-benda bersejarah dan bernilai budaya.
“Harapannya dengan mereka melihat cara kita memperlakukan koleksi untuk kita konservasi maka jika mereka mempunyai benda bersejarah atau nilai budaya mereka bisa melakukan hal yang sama dalam perawatannya,” jelas Budi, Kamis (14/10/2021).
Kemudian, lanjutnya, belajar konservasi juga bertujuan mendukung proses pembelajaran di sekolah seperti bagaimana reaksi-reaksi kimia terhadap benda. “Jadi dalam belajar konservasi ini juga mengaplikasikan apa yang telah dipelajari di sekolah, ternyata kimia bisa digunakan untuk merawat benda-benda yang bernilai sejarah dan kebudayaan,” terang Budi.
Disamping itu, juga mengenalkan museum karena selain siswa belajar konservasi para siswa juga berkunjung ke Museum sehingga para pemandu bisa menjelaskan tentang koleksi-koleksi yang ada di Museum.
“Kegiatan ini juga dalam rangka peringatan Hari Museum Indonesia. Dan harapannya bagi para siswa yang sudah tahu ilmunya bisa bercerita dengan keluarga dan teman bagaimana merawat benda warisan budaya,” ungkap dia.
Menurut Budi dalam melakukan perawatan terhadap benda-benda bersejarah tidak bisa asal-asalan. Sebab jika salah bisa berakibat fatal dengan rusaknya benda-benda bersejarah tersebut. “Jadi kalau treatmentnya salah bisa merusak,” ungkap Budi. (*)
Video KUPAS TV : PULUHAN MOBIL ZAMAN PERANG KONVOI UNTUK PROMOSIKAN WISATA DI METRO
Berita Lainnya
-
SGC Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja untuk Kurangi Pengangguran
Senin, 16 Maret 2026 -
Avanza Tabrak Fuso di Tol Terpeka Lampung Tengah, 1 Pemudik Tewas
Senin, 16 Maret 2026 -
Tas Berisi Uang Rp23 Juta Milik Pemudik Tertinggal di Rest Area Tol Bakter Berhasil Dikembalikan
Senin, 16 Maret 2026 -
Musrenbang 2027, Pemkot Bandar Lampung Perkuat Daya Saing Daerah dan Infrastruktur
Senin, 16 Maret 2026








