Operasi Patuh Krakatau 2021, Tiga Orang Tercatat meninggal di Lamtim
Kanit Laka Polres Lampung Timur, Bripka Ferdy Chandra Saputra. Foto: Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Selama Operasi Patuh Krakatau yang diselenggarakan selama 14 hari, Polres Lampung Timur (Lamtim) mencatat terjadi 7 kasus kecelakaan, terinci 3 di antaranya meningal dunia, 8 luka ringan dan 1 luka berat, Senin (4/10/2021).
Kanit Laka Polres Lampung Timur, Bripka Ferdy Chandra Saputra mengatakan, faktor kecelakaan kebanyakan akibat karena kurangnya pemahaman berlalu lintas oleh pengendara, baik soal kecepatan yang tidak menyesuaikan kondisi jalan, hingga persoalan kelengkapan pengamanan berkendara.
"Baik penggunaan sabuk pengaman mobil ataupun penggunaan helm bagi pengguna sepeda motor, masih banyak masyarakat yang belum memahami," kata Bripka Ferdy.
"Dan dari data kami, tercatat selama operasi patuh selama 14 hari telah terjadi 6 kali kecelakaan di Jalan Lintas Timur wilayah Lamtim," lanjutnya.
Bripka Ferdy mengatakan, Operasi Patuh Krakatau dilakukan dari 20 September-3 Oktober 2021 dengan mengedepankan memberi peringatan bukan melakukan pendidikan. Menurut Ferdy, jalan yang rawan yakni di jalan tikungan tajam. Sementara untuk kerusakaan jalan, hampir tidak ada.
Ia juga melanjutkan, yang paling penting dalam berkendara ialah pengemudi. Sebab, jika kondisi jalan bagus tapi pengemudi tidak mengedepankan pokok-pokok wajib berlalu lintas, menjadi penyebab terjadi kecelakaan.
"Peran utama tetap orang tua, agar selalu memberi arahan kepada anak nya terutama yang masih remaja untuk tidak ugal-ugalan," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Limbah TPA Sampah Bumiayu Pringsewu Diduga Cemari Sawah
Berita Lainnya
-
Bupati Ela Targetkan Lamtim Jadi Penghasil Kakao Terbaik di Lampung
Selasa, 27 Januari 2026 -
Prajurit Marinir Asal Lampung Timur Gugur Tertimbun Longsor, Pemakaman Berlangsung Haru
Selasa, 27 Januari 2026 -
Pembatas Sepanjang 70 Kilometer Disiapkan Hentikan Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Gerakan Bersatu dengan Alam, Gubernur Lampung Dorong Solusi Adil Atasi Konflik Warga-Gajah di TNWK
Sabtu, 24 Januari 2026









