Ketua Komisi V DPRD Lampung Nilai Tempat Isolasi Covid-19 KM Lawit Belum Diperlukan
Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, saat dikonfirmasi, Jumat (27/8/2021). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan mengatakan, KM Lawit milik PT Pelni yang telah bersandar di Dermaga C Pelabuhan Panjang sebagai tempat isolasi pasien positif Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) saat ini belum begitu mendesak.
Menurutnya pada awal kedatangan kapal tersebut pihaknya tidak terlalu gembira. Namun demikian Ia juga mengapresiasi niat baik pemerintah pusat.
"Tapi kita juga harus lihat kondisi wilayahnya memungkinkan tidak. Karena pertama perawatan dan biaya operasional dibebankan ke pemerintah daerah bukan pusat," kata Yanuar, Jumat (27/8/2021).
"Kalau di Wisma Haji itu sudah penuh, nah baru kapal itu efektif. Tapi kalau sekarang saya kira belum urgen lah," lanjutnya.
Lanjutnya, pihaknya juga pernah berdialog dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, yang dalam hal ini diberikan tanggung jawabnya waktu itu.
"Mereka menyampaikan bahwa kalau sepenuhnya diserahkan ke mereka tentu ini berat. Sementara kita baru membuka rumah sakit di Wisma Haji. Saya kira isolasi di Wisma Haji itu lebih efektif karena kalau ada apa-apa di situ kan lebih mudah karena dia di darat," ungkapnya.
Sementara terangnya, jika hal itu dilakukan dikapal maka teknis menaikan pasien sampai ke dalam kapal itu seperti apa kondisinya, karena naik kapal itu tidak bisa juga langsung ke kapal. Pasti butuh sarana yang lain.
Hal senada disampaikan, anggota Komisi V DPRD Lampung Apriliati yang mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan misalnya membawa pasien Covid-19 dari pinggiran laut menuju kepada kapal jika pakai saranai lainnya itu sepertinya kurang efektif.
Belum lagi kata Dia, dari mobilitas para nakesnya sendiri yang harus ke pelabuhan Panjang.
"Tapi karena ini sudah terlaksana, maka kita lihat saja ke depannya seperti apa dan dalam perjalanan itu kita minta agar dievaluasi. Ya mudah-mudahan masyarakat Lampung berkurang yang terpapar Covid-19," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : LAMPUNG TERIMA BANTUAN 87 UNIT OKSIGEN KONSENTRATOR
Berita Lainnya
-
Tertinggal di Tol Bakter, Tas Berisi Rp 7,7 Juta dan USD 20 Ribu Kembali ke Tangan Pemilik
Senin, 23 Maret 2026 -
Hingga H+1 Lebaran, 39 Kecelakaan Terjadi di Lampung 11 Orang Meninggal Dunia
Senin, 23 Maret 2026 -
Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dishub Lampung Siapkan Pelabuhan Panjang Jadi Alternatif
Senin, 23 Maret 2026 -
Program Balik Kerja BPKH 2026, 675 Perantau Lampung Diberangkatkan Gratis
Senin, 23 Maret 2026








