Belasan Kolam Ikan di Desa Kebun Damar Lamtim Diduga Langgar Sempadan Sungai
Kolam ukuran besar di Desa Kebun Damar, Kecamatan Mataram Baru yang diduga langgar sempadan sungai. Foto: Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Pelaku pembudidaya ikan tawar di Desa Kebun Damar, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) dalam pembuatan kolam dinilai telah melanggar sempadan aliran sungai, yakni kolam kolam yang dibuat warga hanya berjarak 13 meter dari bibir sungai, Jumat (6/8/2021).
Kepala Unit Pengairan Umum Mataram Baru, Ekhsan mengatakan, dirinya akan segera turun ke lokasi jika nanti benar pembuatan kolam ikan hanya berjarak 13 meter dari bibir sungai.
"Senin (9/8/2021) akan saya cek dengan kawan-kawan benar atau tidak telah memakan restan sungai untuk pembuatan kolam,".
"Jika hanya 13 meter dari bibir sungai maka itu menyalahi aturan, seharusanya batas antara sungai dan kolam minimal berjarak 25 meter," kata Ekhsan.
Menurut data yang dihimpun Kupastuntas.co, irigasi yang bersumber dari Way Curup merupakan irigasi tekhnis yang difungsikan untuk mengairi tanaman padi seluas 4.706 hekatare. Artinya air sungai bukan dimanfaatkan untuk mengisi kolam dalam kapasitas besar.
"Kalau soal air kami masih ada kebijakan selagi petani tidak kekurangan air, tapi kalau soal mengambil restan sungai dan lahan warga itu perlu kami tegaskan," lanjutnya.
Sementara, Ketua LSM Aliansi Kontrol Sosial Indonesia (AKSI) Husein sudah melihat langsung kondisi petakan kolam yang ada di Desa Kebun Damar, dan setelah di ukur kolam-kolam yang berjajar dengan irigasi primer Way Curup hanya berjarak 10 meter hingga 13 meter.
"Ada kalau 12 petakan kolam dalam ukuran besar dalamnya kolam tiga meter, dari sungai jaraknya ada yang 10 meter dan 13 meter. Sementara minimal batas restan sungai sisi kanan dan kiri 25 meter," ungkapnya.
Husein juga menjelaskan, beberapa mesin diesel sengaja dipasang oleh pemilik kolam sedemikian rupa sebagai mesin penyedot air dari sungai untuk dialihkan ke kolam.
"Kolamnya baru saja di buat, hari ini sedang proses pengisian air. Pertanyaan saya apa tidak menganggu petani dalam hal kebutuhan air?," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : KEJAM! BAYI BARU LAHIR DIBUANG DI JEMBATAN
Berita Lainnya
-
Danrem 043/Gatam Tekankan Ketahanan Pangan dan Pengamanan Way Kambas Lamtim
Senin, 27 April 2026 -
Penutupan HUT Kabupaten Lampung Timur, Perputaran Uang UMKM Tembus Rp 10 Miliar
Minggu, 26 April 2026 -
Kehadiran Ratusan Prajurit TNI Dongkrak Ekonomi Warga Desa Rajabasalama 2 Lamtim
Sabtu, 18 April 2026 -
Ribuan Pelaku Usaha Meriahkan Festival UMKM 1001 Malam di Lampung Timur
Sabtu, 18 April 2026








