Sejumlah Pasien Isoman Covid-19 di Lampura Luput dari Perhatian Pemkab
Foto : Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Utara - Sejumlah kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah pusat untuk meringankan beban warga yang terdampak langsung Covid 19 di Tanah Air, seperti sejumlah bantuan berupa sembako melalui program PKH, lewat BPNT, melalui Pemkab masing-masing Kabupaten maupun bantuan paket Vitamin dan obat-obatan bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (Isoman).
Namun hal tersebut belum dirasakan oleh sejumlah warga di Kabupaten Lampung Utara, Seperti pengakuan dari TM (51) dan suaminya warga Kelurahan Candi Mas Kecamatan Abung Selatan, pasca 13 hari menjalani Isoman belum ada perhatian dari Pemkab Lampura baik perwakilan dari Puskesmas Wonogiri maupun Aparatur Kelurahan Candimas.
"Sampai saat ini bang sudah 13 hari Isoman, kami tidak pernah dikunjungi oleh pihak Puskesmas Wonogiri maupun kelurahan tentang keadaan kami apalagi berupa pemberian bantuan vitamin maupun sembako," jelas TM via telepon.
Ia menambahkan bahwa beberapa anggota keluarganya juga telah positif terkonfirmasi Covid 19 juga melakukan Isoman namun tanpa ada perhatian dari pemerintah.
"Kalau KTP saya dan suami sudah di foto di RSU Handayani, untuk mereka koordinasi dengan Puskesmas Wonogiri tapi sampai sekarang tidak ada yang datang begitu juga dengan keluarga (Isoman) yang lain," pungkas TM.
Senada dengan hal tersebut, Ek(36) warga Kelurahan Tanjung Aman juga mengeluhkan bahwa selama Isoman di rumahnya selama lebih satu bulan belum ada bantuan obat-obatan maupun sembako.
Terkait hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampura, Nozie Efialis menjelaskan bahwa untuk mendapatkan bantuan bagi masyarakat yang Isoman maka pengajuan melalui lurah disertai surat keterangan positif Covid19 dari Puskesmas.
"Pengajuan dari bawah dan setelah diverifikasi maka akan ditindaklanjuti," kata Nozie.
Sedangkan Plt. Kadinkes Lampura, dr.Maya Natalia Manan menjelaskan masyarakat yang isoman akan dipantau Puskesmas terdekat masalah kesehatannya dan dibantu oleh Satgas Desa/Kelurahan.
"Kalau bantuan langsung ke Kepala PMD apabila melalui Dana Desa dan juga Kepala BPBD untuk bansos tingkat Kabupaten," tutur Maya Manan.
Demikian halnya penjelasan dari Lurah Tanjung Aman, Taslim menjelaskan pihaknya telah menyalurkan sembako ke warga isoman setelah hasil antigen nya Positif dan sebagian swadaya masyarakat.
"Kami juga tahun ini tidak menganggarkan bantuan sembako karna dana terbatas, namun pihaknya koordinasi ke BPBD atau dinas sosial," jelas Taslim.
Lurah tersebut juga berharap Satgas Covid 19 tingkat RT maupun LK harus proaktif terhadap kepentingan masyarakat dan apabila mendesak maka kerjasama tim PPKM Kelurahan untuk mencari solusinya. (*)
Berita Lainnya
-
11 Siswa di Lampura Keracunan, Pengelola MBG Akui Lalai dan Siap Perketat Pengawasan
Selasa, 13 Januari 2026 -
Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
Selasa, 13 Januari 2026 -
11 Siswa Keracunan MBG Diduga Jadi Pemicu Guru SDN 3 Sindang Sari Lampura Ngamuk di Sosmed
Senin, 12 Januari 2026 -
Guru SD Negeri 3 Sindang Sari Lampung Utara Keluhkan MBG Tidak Layak Konsumsi, Tempe Pahit dan Buah Busuk
Senin, 12 Januari 2026
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Selasa, 13 Januari 202611 Siswa di Lampura Keracunan, Pengelola MBG Akui Lalai dan Siap Perketat Pengawasan
-
Selasa, 13 Januari 2026Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
-
Senin, 12 Januari 202611 Siswa Keracunan MBG Diduga Jadi Pemicu Guru SDN 3 Sindang Sari Lampura Ngamuk di Sosmed
-
Senin, 12 Januari 2026Guru SD Negeri 3 Sindang Sari Lampung Utara Keluhkan MBG Tidak Layak Konsumsi, Tempe Pahit dan Buah Busuk









