Misyati Terkesima dengan Dua Prajurit TNI di Program TMMD Lamtim
Dua prajurit TNI saat memasang batu bata untuk bangunan rumah bagi warga miskin di Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai di program TMMD. Foto: Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Raut wajah Misyati terlihat semringah, ketika menatap dua prajurit TNI yang sedang mengerjakan memasang batu bata, berjalan pelan menuju dua pria berseragam loreng tersebut, sembari membawa dua gelas kopi beserta makanan ringan di atas nampan. Sabtu (20/3/2021).
Suara lembut keluar dari bibir perempuan 31 tahun tersebut, "Pak kopinya saya tarok disini ya" ucap Misyati sembari meletakan nampan di atas balai bambu tepat di bawah pohon mangga. Pandangan Misyati terlihat sendu dan penuh hangat di hadapan dua pemuda gagah itu.
Dua prajurit TNI tersebut terus mengerjakan pemasangan batu bata, bangunan sederhana dengan ukuran 6x6 meter itu merupakan calon tempat tinggal Misyati beserta keluarganya, yakni rumah mungil dari program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Desa Terisolir yang ada di Lampung Timur.
Misyati sengaja dibuatkan rumah oleh TNI dari program TMMD secara gratis, dengan alasan ibu tiga anak tersebut termasuk warga kurang mampu yang tinggal di Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai.
"Iya mas saya sebelumnya di data sama pak Kades, mau dibuatkan rumah sama TNI," ucap perempuan 150 sentimeter itu sembari duduk menatap dua TNI yang sedang memasang batu bata.
Misyati mengaku sebelum dibuatkan rumah oleh TNI, dirinya bersama empat keluarganya tinggal di sebuah rumah gribik yang sudah tidak layak huni, sejumlah genting banyak yang bocor jika hujan tiba, kondisi penyangga atap sudah lapuk sehingga rawan roboh jika angin besar berhembus.
Setiap hari Misyati hanya berpangku pada suaminya yang bekerja sebagai buruh nelayan, dengan pendapatan dalam satu minggu tidak lebih dari Rp300 ribu.
"Suami saya kerja ikut perahu orang, buruh nelayan upah yang didapat Rp300 ribu setiap minggu," terang nya.
Sementara selain kebutuhan makan setiap hari, perempuan lulusan Sekolah Dasar (SD) itu juga memiliki tanggung-jawab tiga anak, tentu uang jajan juga menjadi biaya keseharinya.
"Untuk membantu suami, saya kadang buruh ngelupas kerang," ungkap nya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukorahayu Khasbulah mengatakan, warganya yang mendapat bantuan rehap rumah dari program TMMD sebanyak tiga Kepala Keluarga (KK). Ketiganya merupakan warga yang benar-benar hidup di garis kemiskinan dengan pendapatan yang hanya cukup untuk makan dan tinggal di rumah yang tidak layak.
"Sangat membantu, karena program TMMD berbeda dengan program bedah rumah dari Pemerintah Pusat yang sifatnya hanya sebagai pancingan artinya jika warga tidak memiliki uang tambahan tidak bisa menerima program bedah rumah," terang Khasbullah. (*)
Video KUPAS TV : KEREN PELABUHAN BAKAUHENI DIBANGUN KAWASAN WISATA DUNIA FANTASI MIRIP ANCOL
Berita Lainnya
-
Bupati Ela Respon Video Viral Pelajar Seberangi Sungai, Usulkan Jembatan Merah Putih
Senin, 02 Februari 2026 -
Winarti Serahkan Bibit Alpukat untuk 24 Kecamatan di Lampung Timur, Wujud Pesan PDI Perjuangan Merawat Bumi
Sabtu, 31 Januari 2026 -
Winarti Buka Musancab PDI Perjuangan Se-Lampung Timur, Tekankan Soliditas Kader dan Penguatan Ranting
Sabtu, 31 Januari 2026 -
Pengurus DPD PDI Perjuangan Lampung Kunjungi Taman Purbakala Pugung Raharjo, Winarti Dorong Pelestarian dan Pengembangan Wisata Sejarah
Sabtu, 31 Januari 2026









