• Sabtu, 23 Januari 2021

Menag Yaqut Cholil Puji Kerukunan Antarumat Beragama di Lampung

Kamis, 14 Januari 2021 - 18.22 WIB
35

Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Yaqut Cholil Qoumas, saat memberikan keterangan di hadapan para tokoh agama serta Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kamis (14/1/2021). Foto: Siti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menilai jika kerukunan antarumat beragama yang ada di Lampung patut mendapatkan apresiasi. Semua umat beragama di Lampung tidak memiliki persoalan meski berbeda dalam keyakinan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menag Yaqut dihadapan para tokoh agama serta Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kamis (14/1/2021).

"Ini menjadi cerminan bagaimana Indonesia ada di Lampung. Indonesia ini besar dan kuat karena perbedaan, baik itu suku, bangsa maupun agama. Jadi kalau di negara lain perbedaan itu menjadi sumber perpecahan, tetapi tidak di Indonesia," kata Yaqut.

Baca juga : Menag Yaqut Cholil Harapkan Lulusan PTKIN Berperan Membangun Daerah

Menurutnya, banyak suku bangsa, golongan, ras dan tentunya agama yang ada Indonesia, namun semua dapat hidup berdampingan tanpa ada ancaman dan gangguan yang bersumber dari perbedaan. 

Karena perbedaan yang sangat kental di Indonesia khususnya Lampung, akan menjadikan tekat bahwa Kementerian Agama di bawah kepemimpinan nya adalah Kementerian untuk semua agama, tidak hanya Islam saja. 

"Di masa bakti, saya bertekad bahwa Kementerian Agama tidak boleh hanya menjadi Kementerian Agama Islam saja. Tapi harus menjadi kementerian untuk semua agama," tegasnya.

Hal itu harus mulai dijalankan baik di Kantor Kemenag Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Kantor Urusan Agama (KUA) yang semua harus memberikan pelayanan kepada seluruh umat beragama.

"Yang membuat kuat negara kita adalah perbedaan dan keberagaman yang dimiliki. Negara ini merdeka karena perjuangan dari seluruh umat beragama, bukan hanya islam saja. Dalam konteks menjaga maka semua harus memiliki hak dan kewajiban yang sama," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : KELUARGA KORBAN PESAWAT SRIWIJAYA BERANGKAT KE JAKARTA IKUT IDENTIFIKASI