• Jumat, 22 Januari 2021

Aktivitas PT Tiga Oregon Putra Rusak Lahan Perkebunan Warga

Rabu, 13 Januari 2021 - 10.15 WIB
674

Lahan perkebunan warga yang tergerus pembangunan PLTM oleh PT Tiga Oregon Putra. Foto : Ist.

Lampung Barat, Kupastuntas.co - Pembagunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) oleh PT. Tiga Oregon Putra yang berlokasi di wilayah Dusun Tabak, Pekon (Desa) Pekon Balak dan Dusun Way Kuwol, Pekon Kegeringan Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat kembali menuai kontroversi.

Jika sebelumnya PT. Tiga Oregon Putra disoal terkait adanya aktivitas pembangunan kantor, rumah operator dan lainnya yang tidak ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sedangkan bangunan sudah berdiri kokoh di sekitar lokasi kini dikeluhkan warga mengenai dampak lingkungan.

Berdasarkan pengakuan warga Pemangku 3 Menguk, Pekon (Desa) Bedudu, Kecamatan Belalau bahwa lahan perkebunan mereka banyak tergerus akibat aktivitas PT Tiga Oregon Putra yang membuang material batu maupun tanah di kali semangka sehingga mengakibatkan longsor.

"Jadi dengan adanya material berupa batu-batu besar dan tanah yang dibuang ke kali semangka, kedalaman kali tidak rata seperti sedia kala atau miring ke arah lahan kami dan itu mengakibatkan lahan perkebunan longsor. Ini jelas merusak dan merugikan petani," kata Nurdin masyarakat Pekon Bedudu sekaligus salah satu pemilik lahan yang longsor.

Secara tegas, Nurdin dan warga lainnya menuntut pertanggungjawaban pihak perusahaan yang melakukan pembukaan badan jalan. 

Apalagi selain longsor, saat ini kondisi tanah disekitar tempat tinggal masyarakat banyak yang retak sehingga di hawatirkan akan terjadi longsor susulan dikemudian hari.

Mengenai langkah yang sudah di ambil oleh pihaknya terus Nurdin, mereka telah  bersurat dengan pihak perusahaan yang bunyinya meminta untuk musyawarah terkait persoalan tersebut sekaligus mencarikan solusi dan pertanggungjawaban pihak perusahaan kepada warga yang lahan perkebunan kopi nya tergerus.

"Yang jelas, sudah puluhan tahun kami disini meskipun musim penghujan berbulan-bulan tidak ada masalah apalagi sampai retak seperti saat ini, tanah pun tidak ada yang longsor dan baru terjadi longsor setelah adanya aktivitas PT. Tiga Oregon Putra diseberang kali semangka," tandasnya.

Dimintai tanggapan terkait keluhan masyarakat tersebut, Site Manager PT Tiga Oregon Putra, Cahyono Kusumo Aji tidak merespon pertanyaan Kupastuntas.co, padahal pesan WhatsApp yang ditujukan kepada dirinya sejak Selasa (12/1) kemarin sudah dibuka. (*)

Video KUPAS TV : PEMERINTAH REKRUT SATU JUTA GURU PPPK, APA BEDANYA DENGAN PNS?