• Kamis, 28 Januari 2021

Tiga Persoalan Bisa Mengurangi Target Produksi Padi Lampung Timur

Senin, 11 Januari 2021 - 12.52 WIB
40

Salah seorang petani di Lampung Timur melihat kondisi padinya. Foto : Agus/Kupastuntas.co

Lampung Timur, Kupastuntas.co - Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Pertanian menargetkan produksi gabah untuk masa tanam 2021 sebanyak 566 ribu ton lebih, jika tidak ada persoalan yang signifikan yakni hama tikus, kendala alam dan pupuk maka target produksi akan tercapai. Senin (11/1/2021).

Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Lampung Timur, Hadi Mahrum mengatakan, sampai saat ini masa tanam Oktober - Maret sasaran tanam padi seluas 66.960 hektare sementara yang baru terealisasi penanaman seluas 31.637 hektare. Artinya sebagian petani masih proses melakukan penanaman. Dan kedepan disusul masa tanam kembali.

"Nanti masa tanam Oktober diperkirakan Maret sudah panen, sehingga April petani sudah bisa melakukan penanaman kembali," kata Hadi Mahrum.

Dari target produksi gabah sebanyak 566.025 ton estimasi dari satu hektare petani bisa memproduksi gabah 52,22 kwintal.

Namun perlu diantisipasi kata Hadi, dengan meluasnya hama tikus jika petani tidak bisa mengendalikan dengan maksimal tentu bisa mengurangi produksi gabah, dan juga bisa membuat rugi petani.

"Kami dari awal sebelum musim tanam sudah menyarankan agar petani melakukan gropoyokan atau memburu tikus dilolasi persawahan guna mengurangi penyebaran hama penggerek itu".Terang Hadi.

Selain hama tikus lanjut Kasi Produksi tanaman pangan tersebut, di musim rendeng saat ini yang perlu diantisipasi yaitu luapan air sungai yang berdampak pada tanaman.

Menurutnya sawah sawah sepanjang aliran sungai Way Sekampung rawan terendam dan itu berada di enam titik yaitu, Kecamatan Sekampung Udik, Waway Karya, Pasir Sakti, Jabung, Braja Selebah, Labuhan Maringgai.

"Untuk wilayah sawah yang memiliki aliran irigasi tehnis dimungkinkan masih aman dari luapan air di musim hujan ini," ujar Hadi Mahrum.

Terkait pupuk subsidi Hadi mengaku hingga saat ini belum ada informasi pendistribusian, kemungkinan karena masih awal tanam sehingga pupuk subsidi belum di distribusikan. 

"Kami terus koordinasi dengan kelompok kelompok tani tentang persoalan hama, bencana alam dan keberadaan pupuk," terang Hadi. (*)