• Jumat, 22 Januari 2021

Sebelum Berangkat, Korban Sriwijaya Air SJ-182 Asal Tubaba Sempat Video Call dengan Keluarga

Minggu, 10 Januari 2021 - 13.18 WIB
197

Foto : Ist.

Tulang Bawang Barat , Kupastuntas.co - Sebelum terjadi peristiwa jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu ,salah satu dari tiga korban  warga asal Lampung tepatnya warga Tiyuh Toto Makmur Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulang Bawang Barat sempat melakukan video call dengan keluarga.

Baca juga : Tiga Warga Tubaba Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

Dijelaskan Eko Febrianto, Juru tulis Tiyuh Toto Makmur, ketiga orang warga Tiyuh Toto Makmur itu bukanlah satu keluarga, namun satu wilayah tempat tinggal di Tiyuh Toto Makmur yang akan berangkat ke Pontianak Kalimantan barat untuk bekerja sebagai buruh bangunan di sebuah proyek, dimana Yohanes dan Pipit Piyono baru akan ke Kalbar diajak oleh Sugiono Efendi. 

"Sugiono Efendi sendiri memang sudah lama di Pontianak, dia bosnya yang bawa dua orang tersebut (Yohanes dan Pipit Piyono)," kata Eko melalui via seluler, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air Diduga Jatuh di Pulau Laki, Hilang Kontak Pukul 14.40 WIB

Lanjutnya, sebelum melakukan keberangkatan satu dari tiga korban tersebut sempat Video call dengan keluarga untuk memberi tahu bahwa akan berangkat.

"Sugiono, salah satu korban sempat melakukan video call dengan istrinya sebelum naik pesawat dan sekarang nomornya sudah tidak aktif," ujar Eko.

Awalnya ketiga korban tersebut sempat akan berangkat pada Rabu (5/1/2021) lalu, namun gagal dikarenakan tidak membawa surat Rapid Test hingga ketiga korban tersebut pulang dan melakukan keberangkatan kembali pada hari Jumat (8/1/2021) untuk mengurus prosedur penerbangan.

"Karena ketiganya tidak membawa hasil rapid tes, oleh petugas Bandara mereka tidak diperbolehkan terbang. Sebenernya dia kan udah mau berangkat hari Rabu, tapi karena pakai rapid gak diperbolehkan terbang. Akhirnya cancel penerbangan dan pulang," terangnya

Ketiga korban telah berkeluarga dan masing-masing memiliki anak satu. Saat ini pihak keluarga sedang menunggu kabar kepastian dari pihak terkait, kami aparatur tiyuh siap memfasilitasi. (*)