• Jumat, 22 Januari 2021

Petani Tegal Gondo Lamtim Gunakan Burung Hantu Atasi Hama Tikus

Sabtu, 09 Januari 2021 - 17.10 WIB
106

Kelompok tani Usaha Maju Desa Tegal Gondo, Kecamatan Pekalongan saat memaparkan cata kerja burung hantu dalam membasmi hama tikus. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Seekor burung predator jenis Tyto Alba (burung hantu), bergerak agresif mencabik-cabik seekor tikus di dalam sarangnya pada malam hari. Video keganasan predator malam itu terlihat di papan proyektor milik kelompok tani Usaha Maju, Desa Tegal Gondo, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, Sabtu (9/1/2021).

Siang itu pengurus kelompok tani Usaha Maju, Tabah, sedang mempresntasikan terhadap sejumlah kelompok tani asal Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur tentang penaganggulangan hama tikus dengan manfaatkan keberadaan burung hantu jenis Tyto Alba.

"Sebelum kita melihat rubuha atau rumah burung hantu di sawah, kami berikan dulu beberapa presentai tentang cara pembuatan dan sistim kerja predator tersebut terhadap tikus," kata Tabah.

Seusai dilakukan pemaparan terkait cara pembuatan Rubuha, dan cara kerja burung hantu, beberapa perwakilan petani dari Braja Selebah, menuju sebuah hamparan sawah di Desa Tegal Gondo, Kecamatan Purbolinggo.

Tampak terlihat berjajar sebuah tiang setinggi 4 meter yangdi atasnya tampak sebuah kotak berukuran 50x70 cm. Tiang-tiang tersebut berjarak 100 meter dari satu tiang ke tiang lainnya.

"kotak yang ada di atas tiang itulah yang dinamai rubuha artinya rumah burung hantu,” jelas Tabah.

Pria paruhbaya tersebut menjelaskan, rubuha sengaja dibuat oleh petani untuk menanggulangi hama tikus.

"Kami mulai membangun Rubuha pada 2016 lalu namun tidak langsung banyak, melainkan bertahap dan hasilnya saat ini luar biasa," lanjutnya.

Ia melanjutkan, sebelum rubuha terbangun, hasil panen di Tegal Gondo terbilang miris bahkan sering terjadi Fuso (gagal panen), berbagai cara sudah dilakukan dari menggunakan tabung gas hingga gropoyokan dan pemberian racun namun tidak berdampak maksimal.

"Sebelum,  hasil panen kami sering gagal total," ujarnya.

Setelah terbangunnya rumah burung hantu, predator malam itu benar-benar bekerja maksimal. Bahkan setiap malam satu ekor burung bisa memangsa 4 ekor tikus. Hingga kini terdapat 92 rubuha, jika satu rubuha dihuni dua ekor burung hantu sudah 184 ekor yang siap beraksi malam hari.

Selain itu, kinerja burung hantu cukup bagus, menjelang malam kira kira pukul 19.00 WIB burung-burung hantu yang ada di hamparan sawah akan beterbangan mulai mencari mangsa.

Meskipun seekor tikus menyelinap di sela-sela tanaman padi, ketajaman mata burung hantu tidak bisa di kelabui. (*)

Video KUPAS TV : TESTIMONI BUKUKEBERAGAMAN, DARI GUBERNUR HINGGA DPR RI