Pengusaha Tahu dan Tempe di Lampura Keluhkan Harga Kedelai Naik
Sujono Salah satu pengusaha tahu dan tempe di Lampung Utara.
Lampung Utara, Kupastuntas.co - Pengusaha rumahan tahu dan tempe di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) keluhkan kenaikan harga kedelai dari Rp 7.000 menjadi Rp 9.000/kilo. Kenaikan harga tersebut mengancam usaha mereka gulung tikar.
Bantuan dari pemerintah melalui Bantuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum mampu memenuhi kebutuhan pelaku usaha Tahu dan Tempe.
Salah satu pengusaha tahu dan tempe, Sujono (54) warga LK III Kelurahan Sribasuki menjelaskan bahwa dengan kenaikan harga kedelai mencapai Rp 9.000 sangat memberatkan mereka.
"Semenjak kenaikan kedelai mencapai Rp 9.000/ kilo maka membuat usaha kami terancam bangkrut," kata Sujono, selasa (05/01/2021)
Ketika ditanya langkah apa yang dilakukan mengantisipasi kenaikan bahan pokok tahu tempe tersebut, pengusaha mengatakan saat ini mereka menaikan harga penjualan Tempe.
"Sebelum harga kedelai naik, dulu kami masih bisa jual 3 potong harga Rp 5.000 namun sekarang kami jual Rp.2.000 per potong," jelas Sujono,
Dia juga menambahkan untuk kenaikan harga penjualan Tempe tersebut memang sudah kesepakatan bagi seluruh pengusaha Tahu Tempe di Lampura, hal itu dilakukan agar usaha mereka masih dapat bertahan.
"Kami juga berharap Pemerintah Daerah Lampura untuk membantu kami, mungkin dapat berupa subsidi berkelanjutan untuk pengusaha dalam pembelian bahan pokok tahu tempe," harap Sujono. (*)
Berita Lainnya
-
Banjir Rendam 115 Rumah di Lampung Utara, Tiga Kecamatan Terdampak
Minggu, 18 Januari 2026 -
11 Siswa di Lampura Keracunan, Pengelola MBG Akui Lalai dan Siap Perketat Pengawasan
Selasa, 13 Januari 2026 -
Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
Selasa, 13 Januari 2026 -
11 Siswa Keracunan MBG Diduga Jadi Pemicu Guru SDN 3 Sindang Sari Lampura Ngamuk di Sosmed
Senin, 12 Januari 2026









