Gubernur Arinal Nilai Perekonomian Lampung Terus Membaik Meski di Tengah Pandemi
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi saat memberikan keterangan dalam acara coffee morning dan refleksi akhir rahun 2020, yang dilaksanakan di ballroom Hotel Sheraton, Selasa (22/12/2020).
Bandar Lampung, kupastuntas.co - Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, jika perekonomian di Lampung terus menunjukkan pertumbuhan yang positif dan berada diatas angka pertumbuhan nasional meskipun di tengah pandemi Covid-19.
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan III tahun 2020 tumbuh sebesar 4,15 persen jika dibandingkan dengan capaian di Triwulan II tahun 2020 dimana mengalami minus 0,56 persen.
Sementara itu, untuk inflasi tahunan di Provinsi Lampung sampai dengan triwulan III tahun 2020 ini tetap terjaga pada kisaran angka 1,33 persen.
"Pertumbuhan ekonomi kita terus memperlihatkan angka yang positif. Saya yakin dengan kerja keras bersama maka pada kemudian hari akan membaik dan terus meningkat," katanya saat memberikan keterangan dalam acara coffee morning dan refleksi akhir rahun 2020, yang dilaksanakan di ballroom Hotel Sheraton, Selasa (22/12/2020).
Selain pertumbuhan ekonomi yang positif, angka investasi di Lampung juga terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sampai akhir Oktober 2020 angka investasi terus menggeliat jika dibandingkan dengan tahun 2019.
Tercatat, untuk angka Pertumbuhan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 238,66 persen. Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh hingga 227,15 persen.
Sementara itu, Lampung yang juga dikenal sebagai daerah lokomotif pertanian juga membuktikan terus bertambah nya peningkatan luas panen padi sebesar 17,2 persen atau terjadi peningkatan sebesar 79.958 hektar jika dibandingkan dengan luas panen tahun 2019. Sementara untuk peningkatan Produksi dari 2,16 juta ton menjadi 2,59 juta ton di tahun 2020.
Demikian halnya dengan produksi komoditas pertanian lainnya seperti jagung meningkat dari 2,37 juta ton di tahun 2019 menjadi 2,47 juta ton pada bulan Oktober 2020. Ubi kayu diperkirakan meningkat dari 4,92 juta ton menjadi 5,07 juta ton dengan capaian sampai Oktober 2020 mencapai 4,55 juta ton.
"Lampung adalah sentra pertanian dalam pengertian luas mulai dari kehutanan, peternakan, pertanian, hingga perkebunan. Maka dari itu pemerintah daerah juga diminta untuk ikut menjaga pasokan baik pupuk maupun bibit," katanya. (*)
Video KUPAS TV : Masuk Lampung, Sopir Kendaraan Logistik Wajib Dites Antigen
Berita Lainnya
-
HKBP Distrik XXXII Lampung Gelar Pembinaan 300 Parhalado, Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan Jadi Narasumber Utama
Rabu, 25 Maret 2026 -
Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK Resmi Dilantik, Siap Perkuat Stabilitas Sektor Keuangan Nasional
Rabu, 25 Maret 2026 -
Posko Masjid Ramah Pemudik UIN RIL Berikan Pelayanan Humanis
Rabu, 25 Maret 2026 -
Tertinggal di Tol Bakter, Tas Berisi Rp 7,7 Juta dan USD 20 Ribu Kembali ke Tangan Pemilik
Senin, 23 Maret 2026








