• Kamis, 28 Januari 2021

Bungker Milik Tersangka Teroris Upik Lawanga untuk Merakit Senpi dan Bom

Minggu, 20 Desember 2020 - 16.24 WIB
80

Bungker di kediaman Upik Lawanga di Desa Sribawono, Kecamatan Way Seputih, Lampung Tengah. Foto: Oscar/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap Taufik Bulaga alias Upik Lawanga yang merupakan tersangka terorisme yang masuk dalam kelompok Jamaah Islamiyah (JI), pada 23 November 2020 lalu di Desa Sribawono, Kecamatan Way Seputih, Kabupaten Lampung Tengah.

Pada Sabtu (19/12/2020), Tim dari Mabes Polri dan Polda Lampung, serta Polres setempat dan Kodim serta perangkat desa setempat, meninjau lokasi bungker di kediaman Upik Lawanga di Desa Sribawono, Kecamatan Way Seputih, Lampung Tengah.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, berdasarkan pantauan Tim Mabes dan Polda Lampung, kediaman tersangka Upik berada jauh dari jalan utama, yaitu 5 kilometer.

"Rumahnya tersangka itu jauh dari jalan utama. Rumah berada di tepi sawah dan jauh dari keramaian. Jarak rumahnya dengan tetangga yang terdekat saja sekitar 100 meter," kata Pandra saat dihubungi, Minggu (20/12/2020).


Di kediaman Upik, ada sebuah Bungker di belakang rumah tersangka, tepatnya di bagian dapur yang ditutupi terpal.

"Pintu bungker-nya itu ukurannya kecil. Ukuran bungker itu 3x2x3 meter dan dalamnya 3 meter dan digenangi air setinggi lutut orang dewasa," jelas Pandra.

Kata Pandra, bungker tersebut digunakan tersangka Upik untuk merakit senjata api dan bahan peledak berdaya ledak tinggi.

"Nah jadi ada air di dalam bungker itu untuk meredam suara ketika tersangka menguji coba senjata api dan bom," bebernya.

Supaya aktivitas tidak dicurigai warga, tersangka kesehariannya beternak bebek dan itik.

"Nah salah satu lagi penyamaran tersangka supaya tidak terdengar saat tersangka menguji coba senjata api dan bom rakitan-nya, tersangka berternak bebek dan itik yang juga sebagai sumber penghasilan. Jadi suara bebek dan itik itu hanya kamuflase saja, kan suara bebek dan itik bising kalau banyak," paparnya.

Tersangka Upik memang terkenal sangat licin, sebab sempat selalu berpindah-pindah hingga pada akhirnya menetap di Desa Sribawono. Di mana di Sribawono. Warga sekitar mengetahui Upik dengan nama Saprudin atau kerap dipanggil Udin Bebek.

"Tersangka sangat pandai melihat atau membaca situasi di lokasi. Rumahnya memang cukup sulit untuk di akses, apalagi ketika musim hujan," jelas Pandra lagi.

"Senjata api yang dirakit Upik jenis laras panjang dan ada juga yang berukuran sedang. Dia itu (Upik) disebut profesor karena kepandaiannya dalam merakit senjata api dan bahan peledak," sambung Pandra.


Pandra menambahkan, ternyata tersangka sudah berencana membuat senjata api rakitan maupun semi otomatis sejak Agustus 2020.

"Jadi dia dapat pesanan untuk membuat senjata api, sekitar di bulan Agustus 2020. Tapi untuk digunakan kapan, belum tahu," terang Pandra.

Kenapa Upik dijuluki profesor, karena selain mahir dalam merakit senjata api dan bom, tersangka Upik bisa memahami karakteristik wilayah tempat tinggalnya.

Seperti contohnya di Poso, masyarakat banyak bawa senter, Upik bisa buat bom mirip senter, ada juga termos (bom mirip termos).

Dari 21 teroris yang dibawa ke Jakarta pada Rabu (16/12/2020) lalu, termasuk Zulkarnaen, mereka juga memiliki senjata api yang didapat dari Upik.

"21 teroris itu juga punya peran menyembunyikan DPO (termasuk Zulkarnaen dan Upik)," kata Pandra. 

Sementara itu di kediaman Zulkarnaen di Kabupaten Lampung Timur, Tim hanya mengecek lokasi saja.

"Jadi kalau semua barang bukti kan sudah diamankan oleh Tim Densus 88. Jadi kemarin itu, kami hanya meninjau saja dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu tetap waspada terhadap terorisme," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : Puluhan Tersangka Teroris Dipindahkan Dari Lampung, Termasuk Pelaku Bom Bali Dan Bom Gereja