• Sabtu, 05 Desember 2020

Pasca 14 Santri Positif Covid-19, Aktivitas Ponpes Walisongo Masih Seperti Biasa

Rabu, 18 November 2020 - 17.15 WIB
824

Pondok Pesantren Walisongo, Kabupaten Lampung Utara. Foto: Riki/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Pasca 14 Santri Pondok Pesantren Walisongo, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) positif Covid 19, kegiatan di Pondok masih normal seperti biasa. Nampak sejumlah Santri masih melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Berdasarkan pantauan, Ponpes Walisongo masih melakukan proses belajar mengajar.  Namun ketika Kupastuntas.co berusaha menemui pengasuh Ponpes, Kyai Komarudin, pihak Satpam tidak mengizinkan.

Baca juga : Positif Covid-19 di Lampura Bertambah 38 Orang, 14 Diantaranya Santri Walisongo

Di tempat terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lampura, dr.Dian Mauli, M.H menjelaskan, terkait penanganan santri positif Covid-19, masih menjalani isolasi mandiri di Ponpes.

"Saat ini sedang kita koordinasi-kan terkait penanganan santri yang diisolasi. Hari ini akan dilakukan Swab kepada santri yang kontak erat," kata dr Dian.

Terkait penyebab 14 Santri Ponpes Walisongo terpapar corona, Dinas Kesehatan Lampura belum dapat memberikan keterangan.

"Penyebab belum diketahui pasti," lanjutnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Lampura, Drs. Lekok, M.M menjelaskan, Pemda Lampura melalui Dinkes telah melaksanakan tracing 75 orang yang kontak erat. Sementara Santri yang menjalani isolasi dipantau dari Puskesmas Kalibalangan dengan pemberian vitamin dan obat-obatan yang diperlukan.

Lekok menambahkan, apabila Isolasi di Ponpes terlalu padat, maka akan diarahkan untuk diisolasi di Islamic Center.

Terkait pertanggung-jawaban Pemerintah Kabupaten dalam penanganan Covid-19 yang dianggap tidak serius, Bupati Lampung Utara, Budi Utomo menjelaskan, hal tersebut dikarenakan ada regulasi baru.

Provinsi dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak dapat membuktikan fakta riil, sehingga menyulitkan Pemerintah Kabupaten.

"Pemahaman publik yang simpang siur, kalau masih OTG cukup dikarantina di rumah masing-masing" jelas Budi Utomo. (*)


Video KUPAS TV : Mobil Pemadam Kebakaran Tidak Bisa Masuk Lokasi, Rumah Warga Rata Dengan Tanah