• Sabtu, 05 Desember 2020

Debat Kandidat Berlangsung Datar, Pengamat: Besar Kemungkinan Soalnya Bocor

Rabu, 18 November 2020 - 22.45 WIB
67

Tiga calon Wakil Walikota bandar Lampung, dalam debat kandidat di Hotel Emersia, Rabu (18/11/2020). Foto: Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ada yang menarik dalam putaran debat tahap dua yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk para calon Wakil Walikota Bandar Lampung di hotel Emersia, Rabu (18/11/2020) malam.

Debat kali ini diikuti Calon Wakil Walikota nomor urut 1, Johan Sulaiman, nomor urut 2, Tulus Purnomo dan nomor urut 3, Deddy Amarullah.

Yang menariknya adalah, dalam debat kali ini seluruh pertanyaan yang dirumuskan oleh lima akademisi yang berasal dari Unila dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan yakni :

  1. Dr. Nairobi, Fakultas Ekonomi Bisnis Unila.
  2. Ujang Suparman, Akademisi FKIP Unila.
  3. Budiono, Fakultas Hukum Unila.
  4. Syarief Makhya, FISIP Unila.
  5. Fathul Muin, HTN UIN Radin Intan.

Baca juga : KPU Harap Debat Calon Wakil Walikota Dapat Yakinkan Pemilih

Dari pantauan Kupastuntas.co, melalui layar yang disediakan di depan ballroom hotel Emersia, para calon Wakil Walikota terlihat lebih sering melihat ke arah podium, sepanjang memberikan jawaban yang dilayangkan oleh panelis melalui Video visual. 

Seperti pertanyaan yang disampaikan salah satu dosen FKIP Unila, Ujang Suparman, terkait standar layanan publik yang terjangkau dan terukur, bagaimana langkah strategis yang dilakukan untuk menjamin standar pelayanan publik yang cepat dan berkualitas. 

Calon wakil langsung menjawab dengan menerangkan terkait UU 25 tahun 2099 tentang 13 asas kepentingan publik, "yakni kepastian umum, persamaan hak, asas kemudahan dan terjangkau. Ini merupakan tugas dari pemerintahan, masyarakat harus aktif dalam musyawarah, dan dilibatkan dalam Musrenbang, ini merupakan cara efektif menyatukan harapan rakyat," kata dia. 

Begitu juga dengan pertanyaan yang disampaikan oleh Budiono, terkait saat ini masyarakat Bandar Lampung gemar dengan olahraga sepeda gunung dan belum ada track khusus, kalau menang membuat track khsusus, wilayah Bandar Lampung yang mana yang potensial

Calon wakil mengatakan, "Kita konsen dengan olahraga, sepeda gunung kita akan persiapkan track dan akan mengakomodir. Kita akan siapkan  di wilayah khusus yakni daerah Sukadanaham," ujarnya.

Baca juga : Debat Kandidat Tahap 2, Tiga Pasangan Calon Sudah Hadir

Akademisi Unila dan juga Pengamat Politik, Budi Kurniawan mengatakan, debat kali ini berlangsung tidak natural. Dimana calon menyampaikan jawaban seperti tersetting, 

"Besar kemungkinan soalnya bocor karena tidak natural, Hal yang sama pernah terjadi juga di debat Pilpres," ungkapnya. 

Menurut Budi, harusnya gagasan kandidat benar benar tergali, karena kalau tidak punya gagasan bagaimana mau buat kebijakan.

"Ketahuan pikirannya sudah tersetting yang menunjukan mereka tak punya narasi dan gagasan dan juga punya public speaking yang buruk. Padahal public speaking seorang pemimpin itu penting untuk menggerakan partisipasi masyarakat," terangnya. (*)