• Sabtu, 05 Desember 2020

10 Tahun Berjalan, PDAM Limau Kunci Nihil Laba

Selasa, 17 November 2020 - 14.31 WIB
517

Rapat pembahasan RAPBD tahun 2021 tingkat Komisi di DPRD Lampung Barat. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Lampung Barat, Kupastuntas.co - Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat meminta agar seluruh Fraksi di DPRD meninjau kembali usulan pemerintah menegenai penyertaan modal terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Limau Kunci.

Hal itu dikarenakan hingga saat ini PDAM Limau Kunci belum memberikan laba atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Pemda. Artinya masih nihil, sedangkan BUMD ini sudah berdiri sejak tahun 2010 yang lalu.

Anggota Komisi II DPRD Lampung Barat, Lina Marlina pada rapat pembahasan  RAPBD tingkat Komisi dengan mitra kerja perangkat daerah meminta agar semua Fraksi di DPRD setempat meninjau kembali usulan penyertaan modal terhadap BUMD.

"Kalau BPRS jelas laba nya taun 2020 ini saja mencapai 786 lebih, sedangkan PDAM Limau Kunci ini belum mendapatkan laba sama sekali termasuk PT Pesagi mandiri perkasa," kata Lina dihadapan perangkat daerah yang hadir diruangan Komisi II DPRD setempat, Selasa (17/11/20). 

"Ini berkaitan dengan Perda yang masuk dalam nota pengantar dari saudara Bupati Lampung Barat diantaranya Perda penyertaan modal terhadap BPRS kemudian PDAM Limau Kunci. Nah Limau kuncinya saja tidak pernah menyumbang PAD, untuk membiayai perusahaan pun sekarat," tandas Lina.

Terpisah, dihubungi melalui sambungan selulernya usai menghadiri pembahasan, Kabid pendaparan pada BPKD setempat, Burhan mengatakan selama 10 tahun ini Pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah mengucurkan anggaran mencapai  Tiga miliar lebih.

"Dari tahun 2010 yang lalu, pemerintah sudah memberikan penyertaan modal dengan PDAM sebesar 3,1 Miliar lebih. Dan itu di luar gaji mulai dari Dirut hingga staf jajaran yang lain," singkat Burhan.

Sedangkan Direktur PDAM Limau Kunci, Pistorik saat akan dimintai taggapan mengenai penyebab PDAM yang dirinya pimpin belum bisa menyumbang PAD ponselnya dalam keadaan tidak aktif. (*)

Video KUPAS TV : Provinsi Lampung Kirim 27 Kafilah Berlomba di MTQ Tingkat Nasional