• Minggu, 06 Desember 2020

Ternak Burung Dara Menjanjikan, Harga Tembus Puluhan Juta

Selasa, 20 Oktober 2020 - 19.50 WIB
220

Peto Sanjaya, saat menunjukkan burung dara juara dengan harga puluhan juta. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Usaha beternak burung dara untuk perlombaan 'kolong' sangat menjajikan. Seperti yang dilakoni Peto Sanjaya, warga Mataram Marga, Kecamatan Sukadana. Burung dara hasil ternakannya bisa mencapai harga puluhan juta per ekor.

Peto mengatakan, berawal dari hobi kini menjadi peluang usaha yang menjanjikan, terdapat 12 kandang yang berkonstruksi indah dan dari kandang-kandang itu terdapat 12 pasang burung dara yang sudah terawat maksimal.

"Burung dara yang ada di kandang itu sudah siap dilombakan, perawatan sudah ekstra," ujar pria berperawakan kurus itu, Selasa (20/10/2020).

Baca juga : Sujarno, Buruh Batu Bata Belum Terima Bantuan Apapun Selama Pandemi Covid-19

Ternyata masih terdapat sebuah kandang khusus yang terdapat puluhan ekor burung dara yang masih anakan dari induk juara milik Peto Sanjaya. Dirinya mengaku membeli satu indukan dengan harga di atas Rp10 juta.

"Saya membeli dari Pulau Jawa yang memang memiliki trah atau keturunan juara," terang Peto.

Beberapa burung dara yang memilik trah juara dengan harga ratusan juta, Peto menambahkan, burung dara bernama Kenwood, garong, qiu-qiu, sapu angin, satlit, sapu lawan. Itu semua merupakan juara tingkat nasional.

"Saya sudah beli keturunannya semua," ungkapnya.

Kini pria yang memiliki perkumpulan komunitas burung dara dengan nama Sanjaya Team itu, mengaku usaha burung dara lomba jenis kolong sangat menjanjikan. Bahkan jika sudah terbukti meraih juara keturunannya pun akan memiliki nilai tawar tinggi.

"Anakan burung dara tempat saya sudah banyak ditawar dengan harga minimal Rp2 juta," tegasnya.

Peto berharap ke depan Pemerintah Lampung Timur bisa memberikan suport kepada peternak burung dara. Suport dimaksud bukan persoalan memberikan bantuan, namun dengan mengagedakan perlombaan-perlombaan sudah bentuk dari dukungan pemerintah.

"Jika perlombaan ramai maka potensi pasar akan melonjak, penjual pakan juga mendapat dampak pasar. Juga tempat perlombaan bisa dijadikan lokasi warga berjualan makanan," harap Peto. (*)


Video KUPAS TV : Drainase Masjid Al Furqon Jadi “Air Terjun Dadakan” Pemkot Bandar Lampung Langsung Turun Tangan