• Sabtu, 24 Oktober 2020

Ekspor Hasil Perikanan Provinsi Lampung Naik 8 Persen

Minggu, 18 Oktober 2020 - 14.28 WIB
22

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Provinsi Lampung, Rusnanto saat dimintai keterangan.

Bandar Lampung, kupastuntas.co - Nilai ekspor hasil perikanan Provinsi Lampung terhitung dari triwulan I hingga triwulan ke III tahun 2020 ini mengalami kenaikan sebesar 8 persen.

"Ekspor untuk komoditas perikanan hingga triwulan ketiga terhitung sejak Januari hingga September 2020 masih positif meningkat. Dengan nilai naik sekitar 8 persen," kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Provinsi Lampung, Rusnanto saat dimintai keterangan, Minggu (18/10/2020).

Rusnanto melanjutkan, jika dibandingkan dengan semester III ditahun 2019, nilai eskpor perikanan Lampung sebesar Rp 1,5 triliun sedangkan se 1,5 triliun sedangkan semester III tahun 2020 ini menjadi Rp. 1,8 triliun.

Jika dilihat dari frekuensi nya, sementer III tahun 2019 Lampung mengekspor sebanyak 1.043 kali. Sedangkan di semester III tahun 2020 ini menjadi 1.113 kali ekspor.

"Alhamdulillah terus positif meningkat. Mudah-mudahan terus akan naik sampai akhir tahun ini," kata 

Rusnanto mengatakan, komoditas unggulan yang di ekspor ialah udang. Selain itu ada juga cumi-cumi, daging rajungan dan rumput laut. Dengan negara tujuan utama ialah Amerika, China dan Jepang.

"Kalau komoditas unggulannya masih udang. Selain itu khusus rumput laut juga mengalami peningkatan dari sisi totalitas. Jika dibandingkan tahun lalu lebih dari 10 persen untuk pengiriman paling banyak ke China," terangnya 

Peningkatan ekspor hasil perikanan jika dilihat dari sisi frekuensi dipengaruhi oleh permintaan yang juga terus meningkat. Terlebih disaat pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang ingin meningkatkan imunitas tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Disisi lain, Rusnanto meyakini jika adanya pandemi Covid-19 membuat beberapa negara yang juga melakukan kegiatan ekspor perikanan untuk sementara menghentikan aktivitasnya.

"Mungkin dengan adanya pandemi beberapa negara menghentikan produksinya seperti di India. Sementara kita Alhamdulillah di daerah produksi petani kita tetap menjaga protokol kesehatan pribadi sehingga tetap beraktivitas dengan baik," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Rusnanto pun menyatakan jika pihaknya bersama dengan pengusaha perikanan dan para pembudidaya terus optimis jika semester IV ekspor perikanan Lampung terus tumbuh diangka 5 hingga 6 persen.

"Kami dari balai karantina tetap memberikan jaminan kepada masyarakat untuk memberikan edukasi tentang bioscurity untuk dibudidayakan. Selain itu dengan mejaga protokol kesehatan agar semua sehat sehingga produksi tetap berjalan lancar," timpalnya. (*)

Video KUPAS TV : Pasar Way Halim Juara 1 Nasional, Pemkot Terima Penghargaan Dari Kepala BPOM RI