• Selasa, 27 Oktober 2020

Tangis Haru Keluarga Pekerja Migran yang Meninggal Tersengat Listrik di Malaysia

Jumat, 16 Oktober 2020 - 19.56 WIB
971

Pelayat saat memasukan jenazah ke liang lahat. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur -  Tangisan didalam ruang tamu memecah sunyi, ketika peti jenazah dibuka, tampak sesosok jenazah terbungkus rapi dengan kain kafan yang terlapisi plastik, puluhan pasang raut wajah tampak haru, Jumat (16/10/2020).


Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut bernama Yunus anak dari pasangan Sutarmen (50) dan Sumarni (49), warga Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.


Kepala Desa Sriminosri Siswanto mengatakan jenazah tiba di rumah duka pukul 16.30 WIB, dengan menggunakan mobil ambulan. Setelah dishalatkan, jenazah di hantar ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, "Langsung dimakamkan jenazah di rumah tidak lebih dari 2 jam," terang Siswanto.


Lanjut Siswanto, Yunus meninggal sejak 7 Oktober 2020 lalu, karena untuk memulangkan jenazah harus menjalani beberapa tahapan akibat Covid-19 sehingga butuh waktu, Yunus berangkat ke Malaysia tiga tahun lalu secara resmi, disana pria lajang tersebut bekerja di sebuah tambak udang,


"Informasi yang kami dapat Yunus meninggal akibat tersengat listrik," kata Siswanto.


Pukul 17.30 WIB keluarga, kerabat dan tetangga turut menghantarkan jenazah PMI malang itu menuju peristirahatan terakhir, 

"Ya Allah anaku, kok nasib mu koyo ngono (kok nasibmu sepeti itu)," suara itu keluar dari sesosok perempuan yang diketahui ibu kandung Jenazah.


Sumarni terus memandang sebuah keranda mayat yang siap diberangkatkan menuju pemakaman, air mata mengalir membasahi kedua pipi seorang ibu, sesekali ujung jilbab diusapkan pada wajahnya.


"Semoga almahrum mendapat ampunan dari yang maha kuasa, Yunus meninggal dalam keadaan baik, mari kita bersama menghantarkan jenazah," ucapan itu keluar dari seorang pria berkopiyah yang berdiri di samping kanan keranda.


Bersamaan tenggelamnya matahari, perlahan jenazah PMI itu di tidur kan kedalam liang lahat, suara azan dari dalam liang itu terdengar haru, sesaat setelah tiga orang naik dari liang lahat, sejumlah pelayat perlahan menutup makam dengan tanah. 


Langit semakin gelap derap kaki puluhan pelayat meninggalkan makam Yunus, tepat di atas pusara makam terdapat taburan bunga, terlihat jelas papan nisan tertulis Yusuf Bin Sutarmen. (*)