• Selasa, 27 Oktober 2020

Kesal Tidak Diperbaiki, Warga Limau Tanggamus Mancing di Kubangan Jalan Rusak

Kamis, 15 Oktober 2020 - 11.58 WIB
37

Salah satu warga telihat memancing di kubangan jalan yang rusak sebagai aksi protes. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Tanggamus, kupastuntas.co - Warga Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus punya cara sendiri menyampaikan protes kepada pemerintah atas kerusakan jalan diwilayah tersebut. Yaitu dengan memancing di kubangan jalan yang rusak parah.

Aksi protes sekaligus sindirian warga ini sangat unik. Di ruas jalan provinsi Sukamara (Bulok)-Simpang Kuripan (Limau) yang menyisakan sebuah kubangan besar berisi air yang dianggap kolam ikan, warga mendatangi  tempat tersebut sambil menenteng joran pancing, dan dengan santai memancing di kubangan itu.

Protes ini dilakukan warga, karena jalan yang rusak parah sepanjang belasan kilometer tersebut sudah lama tidak diperbaiki. Padahal dengan kondisi jalan tersebut sering memicu terjadinya kecelakaan.

Dan yang paling dirasakan warga adalah terganggunya arus keluar masuk barang dan orang termasuk hasil bumi dan hasil laut dari dan menuju Kecamatan Limau dan Cukuhbalak.

"Sudah capek kami minta, sampai ngemis sama pemerintah dari kecamatan, kabupaten dan provinsi bahkan DPRD kabupaten dan provinsi sampai anggota DPR RI, tapi belum juga diperbaiki," kata Masrur, warga Kecamatan Limau diamini warga lainnya, Kamis (15/10/2020).

Dikatakannya, kerusakan jalan satu-satunya menuju Kecamatan Limau dari Kabupaten Pringsewu ini semakin membuat warga susah, terlebih disaat pandemi Covid-19.

"Karena waktu tempuh semakin lama, ongkos makin mahal, kendaraan juga cepat rusak, bawa orang sakit bisa tambah parah, bawa orang hamil bisa keguguran, dan lain-lain," katanya.

Senada dengan itu, Yanti, warga Pekon Pariaman, Kecamatan Limau mengaku serba salah dengan kondisi jalan yang rusak parah ini. 

"Kalau musim hujan jalan berubah jadi kolam dan kubangan, lingkungan becek dan kotor. Saat panas, debu berterbangan sampai rumah dan membuat napas sesak, batuk, pokoknya serba salah," ujar dia.

Pantauan Kupastuntas.co, kerusakan jalan juga terjadi di ruas jalan provinsi Simpang Kuripan-Putihdoh yang menghubungkan Kecamatan Limau dengan Kecamatan Cukuhbalak. Hanya saja kerusakan di ruas ini terspot-spot. Tetapi tetap saja mengganggu aktifitas warga setempat.

"Saya berharap kepada Pemprov Lampung dalam hal ini Dinas  Bina Marga jika dua ruas jalan ini dibangun baik di Limau dan Cukuhbalak, harus ada pengawasan ketat, agar kuitasnya bagus, umur pakainya lama. Karena rakyat minta di bangun jalan yang berkualitas," kata Mukhsin, warga Cukuhbalak. (*)

Video KUPAS TV : Memanfaatkan Lahan Pekarangan Untuk Bertani Aquaponik dan Perikanan