Polemik Keberlangsungan Pilkada, Raden Adipati: Tergantung Kesiapan Daerahnya
Bupati Way Kanan, Adipati Surya saat menjadi narasumber dalam program acara Kupas Podcast di Studio Podcast Kupas Tuntas, Minggu (20/9/2020). Foto: luky/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menyikapi polemik terkait keberlanjutan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 yang digelar saat pandemi Covid-19, Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya menganggap, masalah tetap dilaksanakan atau diundurnya Pilkada tidak bisa di sama ratakan setiap daerah.
"Menurut saya tinggal lihat wilayahnya. Seperti Way Kanan bisa dikendalikan, tinggal dilanjutkan saja. Mungkin seperti Depok yang zona merah, itu mungkin dikaji lagi, tinggal kesiapan daerah itu. Saya tidak mau mengorbankan rakyat saya hanya demi untuk sebuah kekuasaan,” ujar Raden Adipati saat acara Kupas Podcast di Studio Podcast Kupas Tuntas, Minggu (20/9/2020).
Baca juga : Ini Alasan Raden Adipati Surya Pilih Ali Rahman Sebagai Wakilnya di Pilkada Way Kanan
Raden Adipati melanjutkan, jangan sampai juga memukul rata seluruh wilayah Indonesia ketika ada kebijakan untuk menunda Pilkada.
"Kalau wilayah itu tidak terkendali, masuk zona hitam, yang kena banyak, penyebarannya sulit dikendalikan, kenapa tidak ditunda saja. Menurut saya keselamatan masyarakat itu di atas segalanya. Tapi jangan dipukul rata seluruh Indonesia tidak menyelenggarakan Pilkada, menurut saya tidak fair,” terangnya.
Baca juga : Bupati Raden Adipati Surya: Lingkungan Jarang Dijadikan Isu Seksi
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meski kini Kabupaten Way Kanan tidak ada kasus positif Covid-19.
"Sebagai bupati saya sudah berulang kali rapat dengan KPU untuk persiapan Pilkada. Bukan hanya demokrasi, tetapi juga yang paling penting memperhatikan kesehatan,” pungkasnya. (*)
Baca juga : Bupati Way Kanan Adipati Minta Sekolah Kurangi Penggunaan Anggaran untuk Kegiatan Seremonial, Ini Alasannya
Video KUPAS TV : PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS KEMBALI MENGELUARKAN KEBIJAKAN BARU SEIRING MENINGKATNYA COVID-19
Berita Lainnya
-
Tahun 2025, Sebanyak 24.175 Warga Lampung Jadi Pekerja Migran
Minggu, 04 Januari 2026 -
Kado Anak Magang hingga Parfum, KPK Catat 5.020 Laporan Gratifikasi Sepanjang 2025
Minggu, 04 Januari 2026 -
Anggota Polisi Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik di Bandar Lampung
Minggu, 04 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Terapkan Tunda Bayar, Akademisi Ingatkan Dampak ke Iklim Usaha
Minggu, 04 Januari 2026









