• Selasa, 22 September 2020

Merambah ke Dunia Digital, Inovasi atau Mati

Kamis, 17 September 2020 - 08.00 WIB
345

Content Creator Leader of Kupas TV Lampung, Tampan Fernando.

Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Konvergensi media kini sudah menjadi hal yang mutlak dilakukan jika ingin tetap bertahan di era informasi yang semakin cepat. Jika tetap mengikuti cara-cara lama, maka dapat dipastikan nafas media itu tidak akan berhembus panjang.

Hal ini sebenarnya sudah terlihat dari perkembangan media massa dalam 10 tahun terakhir. Banyak media-media yang akhirnya gulung tikar karena tidak mau mengikuti perkembangan zaman.

Belum lama ini saya membaca buku Data Pers Nasional 2011. Di dalam buku tersebut tercatat semua nama-nama media yang terdaftar di Dewan Pers yang ada di seluruh provinsi. Saya lalu mengecek data untuk media di Lampung. Ternyata di tahun 2011 lalu, ada 17 media cetak harian dan 15 media cetak mingguan. Tercatat juga nama media, alamat hingga para pemiliknya. Namun dari belasan nama tersebut, sebagian besar sudah tidak terbit lagi, bahkan sejak beberapa tahun lalu.

Agar tidak senasip dengan beberapa ‘rekan’ tersebut, Kupas Tuntas terus berkreasi dan berinovasi. Langkah yang dilakukan yaitu menerbitkan berbagai kanal pemberitaan yang baru. Setelah sukses meluncurkan portal berita Kupastuntas.co, kini Kupas Tuntas grub merambah ke dunia digital lainnya. Salah satunya adalah Kupas TV Lampung yang tayang di Youtube.

Kupas TV Lampung telah dibangun sejak akhir tahun 2018 lalu dan kini semakin berkembang. Hingga Rabu (16/9/2020), total subscribe Kupas TV sudah mencapai 4.270. Angka ini memang belum cukup besar, tapi itu adalah tantangan bagi Tim Kupas TV untuk terus berbenah dan memberikan tayangan terbaik. 

Ada berbagai tayangan yang disajikan di Kupas TV, mulai dari berita-berita terupdate, features tentang berbagai hal yang unik, hingga talk show. Dari program ini juga telah lahir satu inovasi terbaru yaitu Kupas Podcast. Dalam Kupas Podcast, kami selalu berupaya menyajikan informasi yang akurat dengan mengundang para narasumber yang terpercaya.

Selanjutnya sudah berjalan beberapa program terbaru di Kupas TV, seperti Tim Kupas Jalan-Jalan, Liputan Eksklusif, Talk Show Bung Kupas, Ladies Night Cerita Cinta, dan akan menyusul berbagai tayangan menarik lainnya.

Namun dalam pengembangan Kupas TV tentu ada banyak tantangan yang harus kami hadapi. Salah satunya dalam penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab dari semua personel yang membangun divisi baru ini, tidak ada satu pun yang ‘fasih’ di dunia pertelevisian. Termasuk saya selaku penanggungjawab, habitatnya adalah wartawan cetak dan online.

Tapi ini juga menjadi tantangan yang harus dijawab. Kami tidak patah semangat dan minder dengan pihak lain yang sudah lebih dulu masuk ke segmen TV digital. Maka Tim Kupas TV terus melakukan pembenahan, belajar setiap hari, dan melengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Dengan begitu, hasil karya yang kami tayangkan kepada para pemirsa Kupas TV semakin hari semakin baik. Tim TV juga terus menjalankan tupoksinya dengan mengutamakan kualitas.  Dalam hal itu, Kupas TV selalu memegang prinsip “Content Is King, Packaging Is Queen”. Artinya isi konten yang kami sajikan dan cara pengemasannya sama-sama penting, sehingga harus digarap semaksimal mungkin.

Meski begitu, bukan berarti Kupas TV harus ‘menceburkan diri’ dalam berbagai hal tidak patut hanya untuk mengejar subscribe dan viewers. Karena Kupas TV adalah bagian dari media pers. Maka karyanya juga wajib mengikuti kaidah-kaidah jurnalistik.

Tim TV yang tergabung dalam Divisi Digital Kupas Tuntas juga terus mengembangkan pemberitaan di sosial media, seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Pemberitaan di Instagram @Kupas_Lampung saat ini menunjukkan tren positif. Dimana jumlah followersnya sudah hampir 40 ribu.

Tentunya berbagai kreasi dan inovasi yang telah dilakukan, dan tidak akan berhenti sampai di sini. Kupas Tuntas dengan berbagai kanal pemberitaannya akan tetap mengikuti perkembangan. Sehingga tetap dipercaya oleh masyarakat untuk menyajikan informasi terbaru, akurat dan berimbang.

Dalam tim Kupas TV, saya selalu menekankan satu kalimat yang pernah disampaikan oleh seorang dosen waktu saya masih kuliah. Kalimat itu bunyinya “yang abadi hanya perubahan”. Makna yang bisa saya ambil dari kalimat itu, bahwa kita harus terbiasa dengan perubahan.

Jangan melulu berada di titik yang itu-itu saja, tapi harus maju dan terus berkembang. Maka prinsipnya hanya tinggal memilih dua hal, yaitu inovasi atau mati. Kami Tim Kupas TV memilih untuk terus berinovasi!. (*)

BERITA INI SUDAH TERBIT DI SURAT KABAR HARIAN KUPAS TUNTAS EDISI SPESIAL HUT 8 TAHUN Kupastuntas.co (17/09/2020)