• Selasa, 22 September 2020

Menakar Kekuatan Bapaslonkada Lamteng, Basis Massa Petani Jadi Modal Kemenangan

Kamis, 17 September 2020 - 08.18 WIB
217

Foto: Doc/Kupastuntas.co

Bandar Lampung, kupastuntas.co - Pasangan calon yang bisa menguasai basis massa dari kalangan petani, memiliki modal untuk memenangkan Pilkada Lampung Tengah. Mengingat, saat ini mayoritas masyarakat Lampung Tengah bermata pencaharian sebagai petani.

Tiga pasangan calon yang akan bersaing pada kontestasi Pilkada Lampung Tengah memiliki kekuatan yang relatif seimbang. Meskipun pasangan petahana tetap masih diuntungkan dibandingkan pasangan non incumbent.

Meskipun jika melihat pada jumlah partai politik pengusung pasangan calon, maka pasangan Musa Ahmad-Ardito Wijaya memiliki dukungan paling banyak dibandingkan dua pasangan lain.

Pasangan petahana Loekman Djoyosoemarto-M. Ilyas Hayani Muda  yang diusung Partai PDIP dan Gerindra memiliki dukungan 17 kursi di parlemen. Sedangkan pasangan Musa Ahmad-Ardito Wijaya yang didukung  Partai Golkar, PKB, Demokrat dan PAN memiliki dukungan 21 kursi di DPRD setempat. Sementara pasangan Nessy Mustafa-Imam Suhadi hanya memiliki dukungan 11 kursi di parlemen dari Partai NasDem dan PKS.  

Ketua tim pemenangan pasangan Loekman-Ilyas, Sumarsono mengatakan, pihaknya terus melakukan pemetaan dan langkah-langkah di lapangan untuk mendulang suara.

Menurutnya,  selama ini Loekman sudah memimpin masyarakat di Lampung Tengah dengan cara-cara yang baik, sehingga sangat layak didukung oleh masyarakat. “Kami mendapat dukungan dari KWT (Kelompok Wanita Tani) dan sejumlah relawan. Selama ini Loekman juga sudah melakukan program-program pro rakyat sehingga diharapkan bisa menuai dukungan dari masyarakat,” kata Sumarsono, Rabu (16/9).

Ia menargetkan, pasangan Loekman-Ilyas bisa meraih 60 persen suara dari warga yang tersebar di 28 kecamatan dan 311 kampung di Lampung Tengah. Sementara jumlah mata pilih di Lamteng dalam daftar pemilih sementara (DPS) berjumlah 915.857 jiwa.

“Pasangan petahana tentu memiliki popularitas sangat baik, walaupun sebenarnya popularitas tidak menentukan elektabilitas. Disinilah fungsi tim pemenangan dan parpol bersama-sama untuk mendorong meningkatkan elektabilitas pak Loekman,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada lawan yang ringan, karena semua lawan pasti berat setelah masuk Pilkada. “Dan kami punya cara dan metode untuk meraih suara yang dominan. Tim relawan cukup banyak dan itu jadi kekuatan kita,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua tim pemenangan pasangan Nessy Kalvia-Imam Suhadi, Yuria Putra Tubarad mengatakan, strategi pemenangan yang dilakukannya hanya sosialisasi dengan menawarkan program-program yang berpihak kepada rakyat setiap melakukan tatap muka dan silaturahmi dengan konstituen.

"Karena masyarakat saat ini sudah cerdas, dapat menilai program mana yang dapat bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Untuk basis massa, Yuria menerangkan, semua pemilih adalah basis massa pasangan Nessy-Imam. Karena menurutnya,  semua pemilih adalah sama, dan tidak ada pemilih yang khusus. 

"Semua pemilih basis kita, tidak ada yang khusus. Karena kita ingin menjadi leader pembangunan Lampung Tengah, artinya semua masyarakat dan rakyat Lampung Tengah dianggap sama," ujarnya.

Ditanya target suara, Yuria mengatakan, targetnya adalah kemenangan dan semaksimal mungkin. "Target kita adalah menang. Mengenai persentase insya Allah semaksimal mungkin, sesuai dengan keinginan dan pilihan rakyat," tandasnya.

Sebelumnya, bakal calon Bupati Musa Ahmad menyatakan, pihaknya tidak memasang target persentase kemenangan. “Berapa pun persentasenya, target kita menang. Kita akan all out meraih kemenangan untuk Lamteng Berjaya,” kata Musa usai mendaftar di kantor KPU Lamteng, baru-baru ini.

Sementara Ardito menyatakan relawannya akan ditempatkan di semua TPS. “Relawan di semua di TPS nanti ada. Kurang lebih 23.000 orang karena rencananya membangun jaringan minimal 10 relawan di setiap TPS,” ujar usai pendaftaran.

Masalah target kemenangan, Ardito menyatakan hal yang sama dengan Musa Ahmad. “Kita serahkan ke semua rakyat Lamteng. Tapi, harapan hati kami insya Allah lebih dari 50 persen masyarakat bersama Lamteng Berjaya,” ujarnya.

Dimintai tanggapannya, Pengamat Politik Unila, Budi Kurniawan mengatakan, bakal terjadi persaingan sengit antara pasangan incumbent dan pasangan Nessy-Imam Suhadi. Karena Nessy memiliki pendukung yang setia terhadap suaminya, Mustafa.

Ia melanjutkan, pasangan Musa Ahmad-Ardito Wijaya juga berpeluang menjadi kuda hitam walaupun harus kerja keras.

"Jadi ketiga pasangan masih berpeluang, jika suara terbagi rata maka keunggulan tipis akan bisa terjadi. Makanya walau tak punya pondasi politik kuat, Musa Ahmad masih tetap bisa menyalip,” ujarnya.

Politik Politik Unila lainnya, Dedi Hermawan mengatakan tiga pasangan calon di Pilkada Lamteng memiliki kekuatan potensial untuk menang. Meskipun petahana tetap diuntungkan karena telah melakukan investasi pembangunan dan menggalang kekuatan karena sejak awal sudah mendesain.

Dedi mengatakan, pemilih di Pilkada Lamteng sangat heterogen, yang memiliki referensi basis sosial, etnis dan kinerja nyata. Namun, lanjut dia, modal logistik masih jadi penentu kemenangan di Pilkada nanti.

“Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, saya khawatir partisipasi masyarakat masih digerakkan oleh uang. Maka kekuatan uang bisa menjadi penentu kemenangan dalam Pilkada,” kata Dedi.

Sementara Pengamat politik Universitas Bandar Lampung (UBL), Anggalana mengatakan, pasangan calon harus bisa mengoptimalkan basis masa yang dimiliki untuk bisa mendulang suara dominan.

"Tinggal mengoptimalkan basis massa yang dimiliki, seperti petahana yang memiliki basis massa PDIP yang masih bisa dioptimalkan. Begitu juga Nessy yang memiliki basis massa yang dimiliki suaminya. Begitu juga dengan Musa Ahmad punya basis massa yang masih loyal saat pemilihan legislatif lalu," ungkapnya.

Ia melanjutkan, pasangan calon juga harus bersaing dalam merebutkan suara kalangan petani. Karena menurutnya, isu yang paling tinggi di Lampung Tengah erat kaitannya dengan sektor pertanian.

“Pasangan calon yang bisa menyakinkan basis masa petani, akan mendapat dukungan yang sangat signifikan. Jadi bagaimana para calon mengoptimalkan basis para petani menjadi salah satu kekuatan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, basis massa petani sangat seksi, karena mayoritas masyarakat Lampung Tengah bermata pencaharian petani. “Sehingga pasangan calon yang mampu meyakinkan program-program pro petani, bisa menjadi kekuatan sekaligus modal kemenangan,” pungkasnya. (*)

Video KUPAS TV : PERUBAHAN APBD 2020 BANDAR LAMPUNG DIFOKUSKAN UNTUK PENANGANAN COVID 19