• Rabu, 23 September 2020

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Drainase Proyek APBN di Lambar Mulai Hancur

Rabu, 16 September 2020 - 14.56 WIB
459

Kegiatan pembangunan drainase di ruas jalan Bukit Kemuning - Liwa tepat nya di Pekon (Desa) Kerang, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat sudah mulai hancur. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Lampung Barat, kupastuntas.co - Baru seumur jagung, kegiatan pembangunan drainase di ruas jalan Bukit Kemuning - Liwa tepat nya di Pekon (Desa) Kerang, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat nampak mulai hancur diduga karena tidak sesuai spesifikasi atau dalam pengerjaanya tidak menggunakan batu belah.

Hasil penelusuran Kupastuntas.co di sepanjang lokasi pembangunan didapati dinding drainase yang sudah mulai hancur bahkan dibeberapa titik lantai drainase terlihat tanah tanpa dilapisi mortar atau campuran semen batu dan pasir.

Pelaksana lapangan kegiatan tersebut, Sukirno dimintai tanggapan terkait hancur nya dinding drainase mengaku karena disebabkan mobil bus yang sempat terperosok disekitar lokasi.

"Itu terjadi akibat mobil bus terperosok sebelum kami melaksanakan pengecoran rabat beton dan belum sempat diperbaiki, nantinya akan kami perbaiki kembali," tulis Sukirno saat dihubungi melalui pesan WhatsApp nya, Rabu (16/9/2020).

Sementara mengenai lantai drainase yang tanpa mortar, hingga berita ini ditayangkan Sukirno tidak menjawab meskipun pesan berisikan pertanyaan sudah dibukanya. 

Berbeda dengan Sukirno, Sub-Kontraktor kegiatan tersebut, Giok dihubungi melalui pesan WhatsApp nya juga menampik hancurnya dinding drainase disebabkan mutu melainkan karena Pibro atau alat berat pengeras jalan.

"Maaf, kerusakan bukan karena mutu tapi karena Pibro," tulisnya singkat dengan mengirimkan gambar Pibro disekitar lokasi.

Diberitakan sebelumnya, proyek APBN  senilai 21 Miliar sebelum terjadi pemangkasan anggaran karena Covid-19 sehingga tersisa 14 Miliar ini dikerjakan oleh PT Soyuren Indonesia dan PT Gupeta Wira Utama selaku pengawas pekerjaan sempat di kritisi anggota DPRD setempat karena material batu menggunakan batu bulat bukan batu belah. (Iwan)