• Selasa, 22 September 2020

Menakar Kekuatan Bapaslonkada Way Kanan, Pasangan Pendatang Baru Dituntut Kreatif

Selasa, 15 September 2020 - 07.02 WIB
374

Foto: Doc/Kupastuntas.co

Way Kanan, Kupastuntas.co - Pasangan pendatang baru Juprius-Rina Marlina dituntut kreatif untuk bisa bersaing dengan pasangan petahana Raden Adipati Surya-Ali Rahman. Mengingat saat ini pasangan petahana memiliki kepercayaan yang tinggi untuk mendulang suara dominan di Pilkada 2020.  

Pasangan Raden Adipati Surya-Ali Rahman (Berani) diusung 7 partai politik (parpol) di Pilkada 2020,  yakni Partai Demokrat, Golkar, NasDem, PAN, PKS, PKB dan Hanura. Pasangan ini menguasai 32 kursi di parlemen atau sekitar 80 persen. Sementara pasangan pendatang baru Juprius-Rina Marlina (Arjuna) hanya diusung dua parpol, yakni PDI Perjuangan dan Gerindra sebanyak 8 kursi di parlemen.

Pasangan Arjuna dituntut kreatif dan bekerja ekstra untuk bisa mengimbangi kekuatan pasangan Berani. Karena pasangan Berani mendominasi mesin partai, yang apabila bergerak secara efektif akan mendulang suara yang dominan. Peluang pasangan Arjuna meraih kepercayaan masyarakat Way Kanan masih terbuka, tergantung dari cara melihat dan memanfaatkan peluang tersebut.  

Juru bicara tim pemenang Berani, Deni Ribowo mengaku sangat optimis mampu meraih suara besar dalam kontestasi Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang.

Deni menargetkan pasangan Berani mampu meraih 75% suara dalam Pilkada Way Kanan mendatang. "Untuk menang itu kita pasti punya strategi lah. Apalagi untuk parpol pengusung ini cukup besar ada 32 kursi dari 7 parpol. Ini yang membuat kita optimis, dimana mampu meraih 75% kemenangan. Tentunya mesin partai politik akan bekerja keras dalam memenangkannya,” ungkap Deni, Senin (14/9).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, pasangan Berani akan melakukan kerja-kerja politik yang menyelamatkan masyarakat, salah satunya dari pandemi Covid-19.

“Strateginya adalah bagaimana kita bisa bekerja dengan baik, serta bagaimana kita bisa mendengar dan melaksanakan keinginan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Deni mengklaim, semua kecamatan dan seluruh kampung di Way Kanan menjadi basis massa pasangan Berani. “Basis massa yang pasti banyak dari milenial. Karena pak Adipati itu salah satu calon milenial yang cerdas, pintar, kemudian solutif dan bekerja cepat,” ujar dia.

Deni yakin, sosok Adipati bisa diterima oleh kalangan milenial karena masih masuk golongan tersebut. “Kita sangat optimis pasangan Berani dapat memenangkan hati masyarakat. Kami melarang keras kepada simpatisan, tim dan lain-lain untuk melakukan kampanye hitam atau menjelek-jelekkan calon lain. Berdemokrasi itu boleh, beda pilihan boleh, tapi yang tidak boleh bermusuhan, itulah seyogyanya demokrasi," ujar Deni.

Sementara itu, pasangan Juprius-Rina Marlina (Arjuna) terus mematangkan strategi untuk memenangkan Pilkada Way Kanan, salah satunya menggandeng organisasi masyarakat (ormas).

Bakal calon Bupati Way Kanan, Juprius mengatakan sudah menggandeng Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) dan Relawan Jokowi Kerja (Joker) untuk mendukungnya di Pilkada Way Kanan.

“Kita yakin menang di Pilkada Way Kanan dan insya Allah amanah. Pendukung kita dari kalangan anak muda, ibu-ibu, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, insya Allah ke kita. Termasuk yang timnya Jokowi (Bara JP dan Joker) dan banyak yang lain lagi organisasi masyarakat,” kata Juprius, Senin (14/9).

Menurut Juprius, pendekatan kepada masyarakat sangat penting, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi. Ia mengaku, mengerahkan timnya di setiap kampung untuk bergerak mendekati dan mengambil hati masyarakat sehingga bisa mendukung pasangan Arjuna.

“Sosialisasi jalan terus, dan tiap kampung kita punya tim yang jalan tiap hari, tidak ada berhentinya untuk mensosialisasikan kita agar kita menjadi Bupati Way Kanan,” ungkap Juprius.

Ia mengaku, sudah berkomunikasi dengan para pendukung, dan sudah bekerja sosialisasi selama dua tahun untuk bisa merebut kepercayaan masyarakat Way Kanan.

“Ibu Rina sudah hampir 15 tahun bekerja, jadi tidak diragukan lagi. Dengan pergantian pemimpin, Way Kanan pasti akan ada perubahan lebih baik,” imbuh Juprius.

Dimintai tanggapannya, Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila), Budi Kurniawan mengatakan, persaingan Pilkada Way Kanan diprediksi akan berlangsung sengit, apabila bakal calon Bupati Juprius mampu lebih kreatif merebut hati masyarakat saat masa kampanye mendatang.

Budi mengatakan, meskipun PDI Perjuangan telah menarik dukungannya dari Raden Adipati Surya dan mengalihkan ke Juprius, tetapi hal itu tak akan berpengaruh dengan suara massa di bawah (masyarakat).

Menurutnya, saat ini banyak pemilih tidak melihat pada latar belakang partai saat Pilkada, melainkan siapa sosok atau tokoh yang akan bertarung.

"Siapa parpol pengusung pasangan calon itu tidak akan berimbas secara signifikan di level grassroot. Karena party identification itu menurut banyak penelitian tidak signifikan mempengaruhi pilihan pemilih dalam Pilkada untuk konteks Lampung khususnya," ungkapnya.

Budi menerangkan, peluang Juprius dalam kontestasi Pilkada Way Kanan sangat tergantung dari cara kampanye dan pendekatannya ke masyarakat.

“Apabila paslon tersebut kreatif dan benar-benar menyentuh isu misalnya soal kemiskinan, konflik lahan, pertanian, maka peluang untuk mengalahkan incumbent tentu ada,” ujar dia.

Namun, lanjut dia, kalau kampanyenya as business as usual dapat dipastikan peluangnya (Juprius) berat. “Apalagi masih banyak yang belum kenal," imbuhnya. (*)

BERITA INI SUDAH TERBIT DI SURAT KABAR HARIAN KUPAS TUNTAS EDISI CETAK SELASA (15/09/2020).

Video KUPAS TV : BLT Dana Desa Untuk Lampung Kurang Rp4 Miliar, Bakal Ditutupi Kemensos