• Minggu, 27 September 2020

Tahun Ini, Penerima Beasiswa Kedokteran Pemkab Lambar Nihil

Senin, 14 September 2020 - 12.39 WIB
207

Sekretaris Dinas Kesehatan Lampung Barat, Cahyani Susilawati. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Lampung Barat, Kupasuntas.co - Sejak kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus - Mad Hasnurin, pemerintah setempat memberikan program beasiswa kedokteran terhadap siswa dan siswi yang terima di Universitas negeri. 

Program yang dimulai sejak tahun anggaran 2018 lalu ini sudah ada ada 6 putra dan putri Lampung Barat yang berhasil menerima beasiswa tersebut dengan rincian tahun 2018 3 orang dan 2019 3 orang.

Namun untuk tahun anggaran 2020 ini, sudah dipastikan anggaran tersebut tidak terserap sehingga di kembalikan ke kas daerah karena tidak satupun yang berhasil masuk universitas negeri fakultas kedokteran.

Sekretaris dinas kesehatan setempat, Cahyani Susilawati membenarkan hal tersebut, dan anggaran yang dikucurkan untuk setiap tahunnya sebesar 154 juta dengan kuota 5 orang dalam setiap tahun ajaran baru.

"Setiap tahun kuota yang kita anggarkan sebanyak 5 orang dengan hitungan masing-maisng sekitar 30juta lebih  persemester. Namun karena tahun ini nihil makanya anggaran tersebut dipulangkan," ungkapnya, Senin (14/9/20).

"Perlu di ketahui kuota kita memang 5 orang, tapi sesuai arahan pak bupati jika memang yang diterima di universitas negeri fakultas kedokteran lebih dari 5 orang tetap akan di akomodir, namun pihak orang tua wali murid bayar sendiri dulu setelah anggaran perubahan baru kita anggarkan," sambungnya.

Mudah-mudahan lanjut Susi, sapaan akrap Cahyani Susilawati, tahun depan ada putra dan putri daerah yang diterima sehingga kuota tersebut terisi, syukur-syukur lebih dari kuota yang sudah ditetapkan.

"Yang tidak kalah penting yang harus diketahui juga, persyaratan utama penerima beasiswa ini yakni mereka harus siap mengabdi di Lampung Barat setelah selesai menimba ilmu, itu konsekuensinya dan itu ada perjanjiannya," tandas Susi. (*)

Video KUPAS TV : BRIGIF 4 MARINIR BANGUN KERAMBA JARING APUNG DAN ‘MENYULAP’ LAHAN TIDUR