• Selasa, 22 September 2020

Yonif 9 Marinir Produksi Beras 'Beruang Hitam’ Hingga Ternak Ikan dari Jepang

Kamis, 10 September 2020 - 22.32 WIB
58

Komandan Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir James Munthe saat berbincang dengan Dirut Kupas Tuntas Donald Harris Sihotang. Foto: Tampan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Di sekitar markas Batalyon Infanteri 9 Marinir, kini dikembangkan berbagai produk pangan. Mulai dari area sawah, perkebunan sayuran hingga perikanan air tawar yang cukup luas.

Lokasi sawah yang dikelola sekitar 4 hektar persis di depan markas dan kondisinya cukup baik, karena didukung pasokan air yang melimpah dari perbukitan. Air sungai di samping markas ini mengalir sepanjang tahun.

Komandan Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir James Munthe mengatakan pihaknya menggarap berbagai bidang sumber pangan untuk dimanfaatkan oleh para prajurit dan juga warga sekitar. Selain itu pihaknya juga menggandeng warga sekitar dari desa-desa binaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan, padi yang dihasilkan dari hasil sawah ini digiling ke tempat penggilingan milik warga, lalu kemudian dikemas secara mandiri oleh pihak satuan dan diberi nama beras “Beruang Hitam”.

"Beras dengan kualitas premium ini dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan tempat lain. Kalau di tempat lain dijual Rp12 ribu per kg, disini hanya Rp10 ribu per kg,” kata dia.

Baca juga : Yonif 7 Marinir Kelola Perikanan Bioflok Hingga Peternakan Kambing dan Sapi

Selanjutnya, Letkol Marinir James Munthe mengajak tim Kupas Tuntas melihat berbagai hasil olahan pangan yang dijual di gerai milik satuan tersebut. Olahan pangan disini cukup beragam, seperti gula aren, olahan pisang hingga berbagai jenis pakaian. Letkol Munthe mengatakan pihaknya selalu siap menampung berbagai hasil pertanian pangan milik warga setempat untuk diolah dan dikemas, kemudian dijual di gerai tersebut.

"Kami siap menerima berapa pun yang mereka dapat, seperti gula aren ini, dulu warga sulit sekali menjual gula aren, sekarang bisa bisa kita tampung disini,” ujarnya.

Masi di sekitar markas Beruang Hitam, inovasi dan kreatifitas para prajurit ternyata belum usai. Bahkan saluran irigasi juga disulap untuk budidaya ikan. Menurut Letkol James Munthe, bibit ikannya juga didatangkan jauh dari negara sakura, Jepang.

Sementara di sisi lainnya, telah dibangun sejumlah kolam ikan air tawar dengan ukuran yang besar. Dulunya, lokasi ini adalah lahan tidur yang belum digunakan secara maksimal. Saat ini kapasitasnya bisa menampung hingga puluhan ribu ekor ikan. Perikanan di komplek ini juga terbilang sangat bagus karena didukung sumber air yang mengalir persis di samping markas. Jika tidak ada halangan, dalam waktu dekat, satuan Yonif 9 Marinir akan melakukan panen raya.

"Ini baru dua bulan berjalan, tapi ikannya sudah lumayan besar, dalam waktu dekat akan kita panen,” ujarnya. (*)


Video KUPAS TV : Prajurit Brigif 4 Marinir/BS Dirapid Test Massal, Termasuk Danbrigif dan Perwira Staff