• Selasa, 22 September 2020

Menakar Kekuatan Bapaslonkada Kota Metro, Pasangan Perseorangan Harus Kerja Keras

Rabu, 09 September 2020 - 07.21 WIB
371

Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Tanpa pasangan petahana, membuat persaingan di Pilkada Kota Metro akan berlangsung secara ketat. Pasangan calon jalur perseorangan harus kerja keras, untuk bersaing dengan tiga pasangan calon yang diusung partai politik (parpol).

Sebanyak empat pasangan calon akan bersaing di Pilkada Kota Metro pada 9 Desember 2020 mendatang. Tiga pasangan calon diusung partai politik, yakni pasangan Anna Morinda-Fritz Akhmad Nuzir diusung Partai PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindra dan PPP (8 kursi), Mufti Salim-Saleh Candra diusung Partai PKS dan NasDem (7 kursi) dan pasangan Ampian Bustami-Rudy Santoso diusung Partai Golkar, PKB dan PAN (10 kursi). Dan satu pasangan calon lagi melalui jalur perseorangan, yakni Wahdi Sirajuddin-Qomaru Zaman (WaRu).

Pasangan Wahdi-Qomaru menjadi satu-satunya pasangan independen yang maju pada Pilkada 2020 yang akan berlangsung di 8 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Liaison officer (LO) pasangan bakal calon Wakil Walikota dan Walikota Metro jalur independen Wahdi-Qomaru, Efril Hadi mengaku optimis bisa bersaing dengan tiga pasangan calon melalui jalur parpol.

Efril mengklaim, memiliki strategi berbeda untuk mensosialisasikan pasangan Wahdi-Qomaru (WaRu) kepada masyarakat di Kota Metro. Ia berharap, dengan adanya dukungan langsung dari masyarakat maka kemenangan dapat diraih.

"Kita akan langsung bergerak turun ke masyarakat untuk menyapa dan menyampaikan visi dan misi WaRu. Kita sudah membuat strategi pemenangan yang tentunya berbeda, karena kita calon independen yang butuh dukungan langsung dari masyarakat,” kata dia, Selasa (8/9).

Efril membeberkan, pihaknya yakin melalui program-program yang diusungnya yang tidak dimiliki pasangan calon lain, akan bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat.  "Jadi target kita meraih suara terbanyak dan menjadi pemenang," ucap Efril.

Sementara bakal calon Walikota Metro, Anna Morinda menyampaikan, pihaknya tidak henti-hentinya terus berjuang untuk merangkul masyarakat.

Mantan Ketua DPRD Kota Metro ini menyatakan, terus bergerak bersama seluruh relawan dan pengusung partai politik.

"Kita masih dalam tahapan koordinasi dan konsolidasi. Walaupun sudah dilakukan pemetaan namun sifatnya masih internal," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Diketahui, pada Pileg 2019 lalu Anna Morinda meraih suara terbanyak di DPRD Kota Metro dengan 2.615 suara. Ini paling tidak menjadi modal awal ia bersama pasangannya Fritz Akhmad Nuzir untuk berlaga di Pilkada Metro.

Sementara itu, ketua tim pemenangan bakal pasangan calon Ampian Bustami-Rudy Santoso (ABDY), Subhan mengatakan, dengan memiliki modal kursi terbanyak di parlemen merasa optimis dapat membantu meraih kemenangan.

"Target kami menang. Terlebih kami sebagai pemenang Pemilu. Jadi kami optimis meraih suara terbanyak dengan adanya koalisi di partai kami,” ujar Subhan.

Ia melanjutkan, bakal calon Walikota Metro Ampian Bustami menargetkan bisa meraih 50 persen suara masyarakat Kota Metro. 

"Kami akan turun langsung ke masyarakat sampai di tingkat RT. Bahkan relawan-relawan dan tim telah diberikan tugas untuk mensosialisasikan kepada warga tentang program dan profil kandidat kami. Dengan harapan dapat membantu perjuangan kami," jelas dia.

Di tempat lain, wakil ketua pemenangan bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Metro Mufti Salim-Saleh Candra, Ahmad Kuseini mengatakan belum bisa membocorkan strategi yang akan dilakukan untuk bisa meraih kemenangan.

“Untuk strategi masih dirahasiakan. Semua potensi kekuatan sedang dikumpulkan dan dikembangkan dengan maksimal. Target kami bisa meraih 40 persen suara untuk meraih kemenangan," ujar Kuseini,

Berdasarkan data yang dirilis KPU Kota Metro, jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) mencapai 115.425 jiwa. Jumlah pemilih itu tersebar di Kecamatan Metro Barat 19.327 jiwa, Metro Pusat 35.605 jiwa, Metro Selatan 12.137 jiwa, Metro Timur 26.933 jiwa dan Metro Utara sebanyak 21.423 jiwa.

Dimintai tanggapannya, Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila), Dedi Hermawan mengungkapkan, pasangan calon perseorangan harus kerja keras untuk menang di Pilkada Kota Metro. Calon perseorangan harus memiliki basis sosial yang kuat, agar bisa menjadi penantang yang kuat untuk pasangan calon dari partai politik.

"Saya melihat, warga Kota Metro sangat pragmatis dan oportunis serta terbuka dengan money politics, ini harus menjadi perhatian calon independen. Agar calon independen bisa meraih suara dominan di Kota Metro,” kata Dedi, Selasa (8/9).

Menurut Dedi, ikhtiar untuk terus memperbaiki demokrasi di Kota Metro jangan berhenti. Ia berharap semua pasangan calon memberikan pelajaran untuk demokrasi yang sehat dan bersih dari politik uang.

"Calon independen masih akan kalah, jika ada realita perilaku politik yang cacat etika demokrasi. Pasangan independen harus berjuang keras untuk bersaing dengan pasangan calon dari parpol untuk bisa menang di Pilwakot Metro,” ujarnya. (*)

Video KUPAS TV : Menyulap Limbah Kayu Jadi Jam Tangan Keren, Kerap Dipesan BUMN