• Minggu, 27 September 2020

ICIM Dukung Produksi Jamu Empon-empon Lampung Tengah

Minggu, 16 Agustus 2020 - 18.36 WIB
60

ICIM Foto bersama usai menggelar konferensi Pers di Hotel Urban Pringsewu, Minggu (16/8/2020) Manalu/Kupastuntas.co.

Kupastuntas.co, Pringsewu - Komunitas Indonesia Cantik Indonesia Maju (ICIM) menyatakan siap untuk mendukung produksi jamu empon-empon yang dikelola secara swadaya oleh warga Desa Sendang Retno, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah.

Hal itu diungkapkan Ketua ICIM Indonesia, Ranti Paulina didampingi Wakil Ketua Max dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan di Hotel Urban Pringsewu, Minggu (16/8/2020).

"ICIM dibentuk tahun 2015 dengan visi dan misi mendorong pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kwalitas hidup untuk Indonesia maju. Serta peduli dan ikut terjun langsung ke tengah masyarakat untuk mengetahui inti permasalahan yang ada," kata Rianti Paulina.

Setelah menerima informasi adanya produksi jamu empon-empon di Lampung, ICIM turun langsung ke Desa Sendang Retno untuk melihat rumah produksi jamu tersebut.

"Jadi jamu empon-empon ini tidak dikelola pengusaha besar tetapi dikelola Swadaya masyarakat lokal melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK)," ujarnya.

Ia mengatakan apa yang ditekuni warga Sendang Retno sejalan dengan visi dan misi ICIM. Oleh karena itu ICIM akan mendukung adanya produksi jamu tersebut.

"Produk jamu empon-empon akan kami bawa ke Kementerian Kesehatan untuk diteliti secara lab apakah layak dikonsumsi apa tidak. Jika tidak ada masalah akan kami promosikan di beberapa Kementerian dengan membuka stan. Tentu atas persetujuan pihak-pihak terkait," ungkap Rianti sembari mengatakan jamu tersebut nantinya juga akan dibagi secara gratis di Jakarta.

Sementara Kepala Desa Sendang Retno, Muhammad Yusuf mengatakan, selama ini pihaknya masih menggandeng salah satu CV. Dia berharap ke depan bisa berdiri sendiri serta memiliki hak paten sendiri.

"Komposisi jamu empon-empon yakni jahe merah, kunyit, temulawak, cabe jawa, kapulaga, kayu manis dan gula tebu," paparnya.

Dikatakan M Yusuf, dengan adanya produksi jamu empon-empon, setidaknya ada empat manfaat yang dirasakan warga. Pertama, menampung hasil panen lokal sesuai dengan harga pasar, memerdekakan petani lokal dari cengkraman tengkulak, membuka peluang kerja.

"Jamu empon-empon sangat baik untuk kesehatan serta berkhasiat menjaga ketahanan imun tubuh," pungkasnya. (*)