• Selasa, 22 September 2020

Dampak Banjir Semaka Tanggamus Ganggu Produksi Pangan 2.310 Ton Gabah atau 9,24 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2020 - 17.44 WIB
22

Sawah si Semaka, Tanggamus yang diterjang banjir bandang dan longsor. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanggamus mencatat, dari total 420 hektar padi sawah yang diterjang banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Selasa (4/8/2020) lalu, 29 hektar rusak berat dan 17 hektar lainnya mengalami puso atau gagal panen.

"Tanaman padi berumur 1-15 hari yang terendam banjir selama tiga hari lebih langsung membusuk, daunnya menguning dan selanjutnya mati," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Tanggamus, Catur Agus Dewanto, Kamis (13/8/2020).

Baca juga : Jalinbar Tanggamus-Pesibar Terputus Akibat Banjir

Menurut Catur, tanaman padi sawah yang rusak berat itu berada di Pekon Kacapura seluas 3 hektar, Sukajaya 5 hektar, Sidodadi 2 hektar, Bangun Rejo 5 hektar, Kanoman 4 hektar, Way Kerap 5 hektar, Pardawaras 3 hektar dan Srikaton 2 hektar.

"Sedangkan yang mengalami gagal panen atau puso berada di Pekon Kacapura seluas 17 hektar," lanjutnya.

Akibat kerusakan dan gagal panen tersebut dipastikan petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah dengan biaya pengelolaan usaha Rp2.455.000 per hektar.

"Jumlah total kerugian para petani sebesar Rp77.332.500," ujarnya.

Rusaknya persawahan itu berdampak akan menurunkan produksi pangan 2020 hingga 2.310 ton jika produksi rata-rata 5,5 ton gabah kering panen.

"Bila 1 kilogram gabah Rp4.000 dikali 2.310 ton, maka kerugiannya mencapai Rp9,24 miliar," pungkasnya. (*)