• Selasa, 11 Agustus 2020

Lagi, Bangkai Seekor Lumba-lumba Ditemukan Terdampar di Pantai Way Nipah Tanggamus

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 09.04 WIB
16

Bangkai seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di Pantai Way Nipah Tanggamus. Foto: Dok. Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Seekor lumba-lumba kembali ditemukan terdampar dalam kondisi mati di area Pantai Mulang Sayang, Pekon Way Nipah, Kecamatan Pematangsawa Kabupaten Tanggamus, Jumat (30/7/2020) malam.

Atas hal tersebut Polsek Pematangsawa Polres Tanggamus langsung melakukan evakuasi dan mengamankan bangkai ikan yang mejadi icon Kabupaten Tanggamus itu ke daratan.

Selain itu, sebagai langkah mengetahui penyebab matinya hewan itu, upaya Polsek Pematangsawa juga membungkusnya menggunakan plastik serta berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung.

Kapolsek Pematangsawa, Ipda Ahmad Junaidi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari warga bahwa di pantai Mulang Sayang ditemukan seekor lumba-lumba mati.

Kemudian atas informasi itu pihaknya mendatangi lokasi menindaklanjuti dengan bersama Aparat Pekon Way Nipah dan dibantu warga sekitar mengevakuasi bangkai lumba-lumba tersebut ke pinggir pantai agar tidak terbawa arus ombak laut.

"Selepas magrib, warga menginformasikan adanya seekor lumba-lumba. Maka malam tadi pukul 19.30 WIB, langsung kami evakuasi dan membungkusnya dengan plastik agar tidak berbau," kata Ipda Junaidi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Sabtu (1/8/2020).

Kapolsek menjelaskan, bangkai lumba - lumba yang ditemukan kondisinya sudah mulai membusuk dan diperkirakan oleh warga sekitar bahwa sebelum terdampar di pantai Mulang Sayang Pekon Way Nipah lumba-lumba tersebut sudah mati sekitar dua hari.

"Ciri fisik, memiliki panjang sekitar 1,5 meter, terdapat bekas luka lecet di ekor. Kami telah mengirimkan dokumentasi ke BKSDA, namun karena kondisi lumba-lumba tidak memungkinkan di autopsi sehingga rencana besok baru dikuburkan, namun itu juga menunggu hasil koordinasi," jelasnya.

Terpisah, Dirham selaku pemerhati lumba-lumba warga Pekon Kiluan yang mendapatkan informasi kematian lumba-lumba kedua setelah sebelumnya ditemukan juga di Pantai Saumil Wonosobo.

Menurut Dirham, ia juga tidak mengetahui faktor penyebab lumba-lumba tersebut mati, namun ia menggambarkan bahwa apabila di tubuh lumba-lumba terdapat luka atau bekas jaring diduga sebelumnya dia terperangkap jaring nelayan.

“Pastinya yang harus diteliti pertama adalah kondisi tubuh lumba-lumbanya. Jika kondisi tubuhnya terdapat luka-luka bekas seperti di bagian tubuhnya dari mulut hingga ekor dugaan dia sebelumnya terperangkap jaring. Dan ketika dia akan mengambil nafas ke udara dia tidak mampu sehingga mati," kata Dirham. (*) 

Editor : Erik Handoko