• Kamis, 26 November 2020

PKS-Demokrat Akan Berkoalisi di Beberapa Daerah Lampung

Selasa, 28 Juli 2020 - 20.15 WIB
182

Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan akan berkoalisi dengan partai Demokrat di beberapa wilayah yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lampung pada Desember mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim menerangkan, untuk koalisi di Pilkada delapan Kabupaten/Kota PKS akan ada yang bersama partai Demokrat. Hanya saja saat ditanya wilayah mana saja, Anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut belum mau menyebutkan daerah mana yang akan berkoalisi dengan partai Demokrat. "Nanti saja untuk daerahnya, pada waktunya kami publikasikan sekalian dengan penyerahan rekomendasi," ungkapnya, Selasa (28/7/2020).

Baca juga : Terkait Rekomendasi , Ini Kata Ketua DPC PDI P Bandar Lampung

Saat ditanyakan terkait apakah PKS akan ikut serta dengan apa yang telah direkomendasikan oleh partai Demokrat, Ahmad mengaku ada yang ikut dengan rekomendasi partai Demokrat, tapi juga ada yang tidak mengikuti. "Ada yang bisa bersama, ada juga yang mungkin berbeda," singkatnya.

Sementara Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Lampung, Levi Tuzaidi menerangkan, untuk koalisi partai hanya bersifat 'memback up' para calon. Karena menurutnya yang membangun koalisi adalah pasangan calon.

"Kalau untuk koalisi, kita maunya di semua kabupaten kita berkoalisi dengan semua partai. Hanya saja, bila kita punya calon A dan partai lain punya calon B, jadi tidak bisa juga berkoalisi," ungkapnya.

Baca juga : Anggaran Pilkada Pesibar dan Bandar Lampung Masih 41 Persen

Saat ditanya apabila ada partai yang mengajukan kadernya untuk dijadikan bakal calon sementara partai Demokrat sudah memiliki pasangan calon, Levi menilai Demokrat akan melihat terlebih dahulu seperti apa kalkulasi politik di daerah tersebut.

"Masa kita harus mengorbankan koalisi, kan tidak mungkin. Lagian kan di beberapa kabupaten kader kita yang mencalonkan diri rata-rata juga mendaftar di partai lain. Nah untuk dapat atau tidak semua masih berproses. Sampai saat ini juga belum ada yang berkoalisi dengan partai PKS, kita masih melihat situasi politik seperti apa," tandasnya. (*)