• Kamis, 06 Agustus 2020

Tanpa Rycko, Begini Peluang Yusuf Kohar dan Eva Dwiana di Pilwakot Bandar Lampung

Minggu, 26 Juli 2020 - 18.50 WIB
506

Pengamat Kebijakan Publik dan juga Akademisi Universitas Lampung, Dedi Hermawan. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Eva Dwiana, Herman HN dan Dedi Amrullah telah mendapatkan rekomendasi dari partai NasDem. Kemudian Pasangan M. Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo Wibowo yang telah mengantongi rekomendasi dari empat partai yakni Demokrat, PKB, Perindo dan PAN.

Sementara hingga saat ini, Rycko Menoza belum mendapatkan satupun perahu untuk bisa berlayar dalam Pemilihan Walikota Bandar Lampung. Bila merujuk dari data tersebut, bila tanpa calon perseorangan pertarungan di Pilwakot Bandar Lampung hanya ada dua Calon yakni pasangan Yusuf Kohar dengan Eva Dwiana.

Baca juga : Yusuf Kohar Harus Kerja Keras Tingkatkan Popularitas

Pengamat Politik dan juga akademisi Universitas Lampung, Dedi Hermawan mengatakan, dilihat dari sisi modal dari kedua pasangan tersebut. Seperti ibu Eva Dwiana yang dalam waktu tiga bulan ini kekuatannya lebih besar. Apabila Pilkada digelar tiga bulan lagi, tentu yang harus kerja ekstra adalah Yusuf Kohar.

"tentu berat, kalau untuk melampaui popularitas Eva Dwiana. Karena sampai saat ini Yusuf Kohar belum terlihat eksistensi bersama Tulus di Bandar Lampung," ungkap Dedi, Minggu (26/7/2020).

Baca juga : Golkar Yakin Rycko Dapat Rekom

Dedi menyarankan, lebih baik Pak Yusuf Kohar mengecek terlebih dahulu popularitas dan elektabilitas, kemudian diukur dengan waktu, mungkin tidak. Atau strategi apa yang bisa dilakukan untuk bisa lebih kompetitif di Bandar Lampung.

"Tapi kita lihat secara keseluruhan setelah semua resmi menjadi pasangan calon. Kalau sekarang sifatnya spekulatif semua. Tapi kalau dilihat dari kiprah Eva dan Kohar, tentu jauh dari segi modal sosial. Misalnya, tentu Yusuf Kohar Jauh dari Eva Dwiana, basisnya bunda Eva  juga ibu-ibu itu sangat kuat. Maka kalau dilihat dari kondisi itu, apabila hanya ada dua calon, hampir bisa dipastikan bunda Eva lebih potensi menang dibanding Yusuf Kohar," tandasnya. (*)