• Kamis, 06 Agustus 2020

Bocah di Tanggamus Idap Penyakit Langka dan Butuh Bantuan

Minggu, 26 Juli 2020 - 17.47 WIB
15

Nazia Marhen (7,5), bocah warga Tanggamus yang divonis mengidap penyakit langka, Anemia Aplastik. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Sungguh berat beban yang dijalani Nazia Marhen (7,5), bocah yang divonis mengidap penyakit langka, Anemia AplastikPenyakit yang menggerogotinya selama 1,5 tahun ini membuat tubuhnya tak mampu memproduksi darah, hingga berujung pada kebutuhan transfusi tanpa henti.

Anemia Aplastik merupakan penyakit langka yang menyerang sumsum tulang belakang. Penyakit ini bisa dikatakan sebagai penyakit kelainan darah serius yang juga bisa disebabkan oleh penyakit autoimun. Dimana penderita juga bisa berisiko mengalami leukemia atau jenis kanker lain.

Nazia Marhen adalah anak kedua dari pasangan Hendriyansyah dan Merisantika, warga Pekon Kelungu, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus.

Selama 1,5 tahun ini kedua orangtua Nazia yang hidup pas-pasan berjibaku mengobati semampunya. "Kami benar-benar kesulitan mengobati anak saya ini. Setiap saat ia harus transfusi darah," kata Hendriansyah, Minggu (26/7/2020).

Baca juga : Mahasiswi Unila Warga Tanggamus Idap Penyakit Langka dan Butuh Bantuan

"Awal Nazia terlihat pucat, badannya lebam, biru-biru seperti habis dipukuli. Saya bawa ke Puskesmas, kata orang Puskesmas gak apa-apa, biasa aja katanya. Terus saya bawa pulang," ujar Hendriansyah.

Pada malam harinya, badan Nazia panas lalu dibawa ke bidan. Lalu bidan menganjurkan Nazia dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang Tanggamus. Pihak RS mengharuskan Nazia di rujuk ke RSUD Abdul Moeloek.

"Kata dokter Nazia kena Anemia  Aplastik. Waktu diperiksa trombositnya turun, harus transfusi darah. Di RS Abdoel Moeloek sumsumnya diperiksa ternyata tidak memproduksi darah," terang Hendriansyah.

Setelah divonis menderita penyakit langka itu, Nazia harus bolak-balik dirawat di Rumah Sakit dan kondisi semakin memprihatinkan. "Kalau parah kadang keluar darah dari hidung dari gusi, dari mata. Kadang bengkak matanya. Matanya itu putihnya berwarna merah darah," tutur Hendriansyah.

Saat ini, di tengah keterbatasan ekonomi, seminggu sekali Nazia harus dibawa ke RSUD Abdul Moeloek berobat. Saya berharap  perhatian Pemerintah dan uluran  tangan dermawan untuk membantu biaya pengobatan Nazia," harap Hendriansyah. (*)