• Selasa, 11 Agustus 2020

Dinkes Pesawaran Bentuk Kelompok Peduli Kesehatan

Senin, 20 Juli 2020 - 13.56 WIB
25

Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran saat membentuk Kelompok Peduli Kesehatan (KPK) di Desa Tri Rahayu, Kecamatan Negeri Katon, Senin (20/7/2020). Foto: Reza/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran - Guna meningkatkan kesejahteraan Kesehatan ditengah masyarakat desa di Pesawaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran membentuk 'Kelompok Peduli Kesehatan'.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Harun Tri Djoko didampingi Kasi Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Trio Pranoto.

"Ya, kita saat ini sedang membentuk Kelompok Peduli Kesehatan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan yang di masyarakat desa," ungkapnya pada Senin (20/7/2020).

Menurutnya, ada beberapa tugas yang akan dilakukan ditengah masyarakat desa oleh Kelompok Peduli Kesehatan tersebut. "Fungsi dari Kelompok Peduli Kesehatan  itu sendiri adalah untuk mendata dan merumuskan masalah kesehatan, sehingga nantinya bisa memecahkan masalah kesehatan yang ada di desa tersebut," ujarnya. 

Dijelaskannya, anggota Kelompok Peduli Kesehatan itu juga terdiri dari berbagai unsur lapisan masyarakat yang ada di desa. 

"Anggota Kelompok Peduli Kesehatan ini terdiri dari Kader RT, RW dan tokoh masyarakat lainnya, maka dari itu nantinya juga akan kita berikan pembinaan terhadap calon anggota sebelum turun ditengah masyarakat," jelasnya. 

Ia pun mengaku, rencananya Kelompok Peduli Kesehatan ini juga akan dibentuk diseluruh desa yang ada di Pesawaran.

"Untuk saat ini yang sudah terbentuk di Desa Tri Rahayu, Kecamatan Negeri Katon, besok di Kecamatan Gedong Tataan, mungkin untuk saat ini kita targetkan dulu satu Desa di setiap Kecamatan, dan kedepannya pasti semua desa akan kita bentuk," paparnya. 

"Makanya, saya juga meminta kepada tim Promosi Kesehatan yang ada di setiap Puskesmas untuk segera membentuk Kelompok Peduli Kesehatan diwilayah kerja puskesmasnya masing-masing, kalaupun tahun ini belum semua desa kita akan lanjutkan pada tahun depan," tutupnya. (*)