Masyarakat Way Areng Lamtim Diminta Tidak Kucilkan Keluarga yang Terjangkit Covid-19
Kepala Desa Way Areng Mulyadi, mengumpulkan masyarakatnya agar tidak mengucilkan keluarga yang terjangkit covid-19. Foto: Agus/Kupastuntas.co
Lampung Timur - Masyarakat Desa Way Areng, khususnya Dusun II dikumpulkan di halaman Poskesdes setempat pada Minggu (12/7/2020), dengan tujuan agar warga tidak mengucilkan keluarga MK, karena terjangkit Covid-19.
Baca Juga: Lampung Timur Catat Pasien Pertama Positif Covid-19
Kepala Desa Way Areng, Mulyadi mengatakan MK dinyatakan terjangkit Covid 19 dengan dasar hasil swab positif dan saat ini yang bersangkutan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Sukadana.
"Tentu dengan musibah yang dialami MK, keluarganya harus menjalani isolasi mandiri di rumah. Secara otomatis segala aktivitas yang berhubungan dengan banyak orang tidak bisa dilakukan, seperti belanja ke pasar dan berinteraksi dengan karena untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Namun lanjutnya, dengan terbatasnya gerak keluarga MK, masyarakat Desa Way Areng khususnya Dusun II, harus membantu dengan memberikan bahan makanan kepada keluarga MK yang sedang menjalani isolasi mandiri. "Sudah kami instruksikan kepada warga kami, untuk membantu dan tidak mengucilkan keluarga MK," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mataram Baru, Sriyati menegaskan warga Desa Mataram Baru harus benar benar menjaga pola hidup sehat, mematuhi protokol kesehatan dan diharapkan tidak melakukan perkerumunan banyak orang. "Patuhi protokol kesehatan dan perlu diketahui, ada 7 orang warga Desa Way Areng yang dilakukan swab namun hasilnya belum keluar," beber Sriyati. (*)
Berita Lainnya
-
Viral Bertahun-tahun Rusak, Jalan 13 Km di Purbolinggo Lamtim Akhirnya Diperbaiki
Senin, 16 Februari 2026 -
Ditemukan Jejak Harimau di Perkebunan Nanas PT GGP di Lampung Timur
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Sopir Mobil MBG Tewas Usai 'Adu Banteng' dengan Truk di Lampung Timur
Kamis, 12 Februari 2026 -
Di Antara Denting Tembaga dan Mimpi Anak Desa
Kamis, 12 Februari 2026









