• Rabu, 12 Agustus 2020

Bangun Jembatan Panjang-Lempasing Jadi Proyek Mercusuar Gubernur Lampung

Sabtu, 11 Juli 2020 - 14.01 WIB
136

Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, saat menjadi narasumber dalam program Kupas Podcast di Studio Podcast Kupas Tuntas, Jumat (10/7/2020). Foto: Doc. kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung dalam rencana kerja (Renja)-nya tahun 2020-2024, mentargetkan jalan mantap hingga 81 persen. 

Namun selain itu, salah satu yang menjadi proyek mercusuar di kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim di bidang infrastruktur, yakni membangun jembatan di atas pantai yang menghubungkan Kecamatan Panjang dengan Pantai Duta Wisata, Lempasing sepanjang 8 kilometer. 

Impian pembangunan proyek tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, saat menjadi narasumber dalam program Kupas Podcast di Studio Podcast Kupas Tuntas, Jumat (10/7/2020). 

"Pak Gubernur pingin membangun jembatan 8 kilometer yang menghubungkan Panjang-Duta Wisata Lempasing. Bagaimana jalan itu nanti meningkatkan sistem produksi di Provinsi Lampung dan akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sudah direncanakan dalam Renja tahun 2020 sampai 2024 kami, tinggal bagaimana menarik investor," ujar Mulyadi. 

Lebih lanjut dikatakan Mulyadi, tak terlepas juga upaya menghubungkan antara wilayah timur dan barat Lampung agar terkonektivitas atau dengan istilah tol dalam kota. Selanjutnya penguatan konektivitas antara jalan lintas utara, selatan, barat dan timur Lampung. 

Menurutnya, untuk bisa cepat mewujudkan itu semua diperlukan dukungan anggaran. Oleh karenanya, kata dia, sistem penganggaran tidak hanya bersandar pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Lampung, melainkan dengan melibatkan 15 Pemerintah Kabupaten/Kota di Lampung, para investor, pelaku industri, bahkan meminta bantuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

"Yang beberapa ruas sudah menjadi studi kelayakan (Feasibility Study) di Kementerian PUPR. Kami berusaha membangun jalur transportasi yang lebih baik. Mengajak kabupaten/kota bersama-sama dalam satu frekuensi pembangunan mewujudkan rakyat Lampung berjaya," tukasnya. (*)
Editor : Erik Handoko