Hama Tikus Serang Ribuan Hektare Sawah di Lamtim, Dinas Pertanian Sarankan Lakukan Gropyok
Anggota Babinsa dan Dinas Pertanian turut melakukan gropyok hama tikus. Foto: Agus Susanto/Kupastuntas.co
Lampung Timur - Ribuan hektare padi di Lampung Timur terserang hama tikus, dikhawatirkan serangan binatang tersebut bisa mengurangi produksi panen, sehingga Dinas Pertanian Lampung Timur menyarankan agar petani melakukan gropyok tikus.
Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lampung Timur, Ika Nurlianawati, saat dikonfirmasi Kamis (9/7/2020). "Dinas Pertanian dan masyarakat melakukan gropyok untuk mengurangi hama tikus," terang Ika Nurlianawati.
Ika mengakui hama tikus menyebar di sejumlah areal persawahan di Lampung Timur, sedikitnya luas tanam padi pada Juni seluas 19.272 hektar, jika penanggulangan tikus tidak diantisipasi serius bisa mengurangi produksi gabah dalam skala besar saat panen Agustus mendatang.
"Sistem gropyok merupakan jalan alternatif yang cukup maksimal untuk menanggulangi hama binatang penggerek itu, sebab jika di basmi dengan menggunakan obat kimia tidak maksimal.Cukup dengan alat tabung gas dan stik yang sudah di desain sedemikian rupa," ungkanpnya.
Lanjutnya, sasaran utama dengan menggunakan alat tabung gas yaitu, mencari lubang tempat singgah tikus, dengan cara membuang gas melalui stik (selang) kedalam lubang, hal tersebut sangat efektif jika satu lubang ada 10 tikus semuanya pasti akan mati didalam lubang akibat gas.
Mengenai target produksi gabah, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lampung Timur tersebut, belum bisa memastikan karena masih dalam penghitungan. (*)
Berita Lainnya
-
Danrem 043/Gatam Tekankan Ketahanan Pangan dan Pengamanan Way Kambas Lamtim
Senin, 27 April 2026 -
Penutupan HUT Kabupaten Lampung Timur, Perputaran Uang UMKM Tembus Rp 10 Miliar
Minggu, 26 April 2026 -
Kehadiran Ratusan Prajurit TNI Dongkrak Ekonomi Warga Desa Rajabasalama 2 Lamtim
Sabtu, 18 April 2026 -
Ribuan Pelaku Usaha Meriahkan Festival UMKM 1001 Malam di Lampung Timur
Sabtu, 18 April 2026








