• Kamis, 06 Agustus 2020

Itera Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat Selama Pelaksanaan UTBK

Minggu, 05 Juli 2020 - 13.28 WIB
14

Pelaksanaan Test ujian tertulis berbasi komputer (UTBK) di Itera dengan menerapkan Protokol Kesehatan. Foto : Ist.

Lampung Selatan - Pelaksanaan tes ujian tulis berbasis komputer (UTBK) di kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang diikuti sebanyak 2.736 peserta sudah dimulai pada hari ini, Minggu (5/7/2020) hingga 7 Juli mendatang.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Itera, Irfanianta Arif Setyawan mengatakan jika pihaknya sudah menyiapkan 500 unit komputer yang terbagi kedalam 22 blok ujian. Sedangkan ruang ujian tersebar pada 3 tempat, yakni gedung Laboratorium Teknik 1,2 dan 3.

“Dalam 1 blok diisi hanya 20 sampai 30 orang  dengan menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing. Jadi jarak antar komputer peserta juga sudah diatur minimal 1 meter. Sebanyak 2.736 peserta tersebut akan terdistribusi ke dalam 6 sesi tes, sehingga dalam 1 hari pelaksanaan tes hanya 2 sesi," katanya saat dimintai keterangan.

Lanjut Irfan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, maka peserta yang boleh mengikuti UTBK adalah peserta yang berasal dari Provinsi Lampung.

Sementara itu untuk peserta yang berasal dari luar provinsi Lampung namun daerahnya masuk dalam kategori zona hijau atau oranye masih diizinkan mengikuti tes. Namun harus menunjukan bukti rapid test dengan hasil non rekatif Covid-19.

Untuk peserta dari luar Lampung yang masuk dalam kategori zona merah, maka disarankan mengikuti test di daerah asal masing-masing.

"Peserta diwajibkan mengganti masker yang dipakai dengan masker baru yang disediakan oleh panitia, dan diperbolehkan memakai alat pelindung wajah (face shield), serta sarung tangan sebagai pengaman tambahan. Sebelum masuk gedung lokasi ujian peserta akan diminta mencuci tangan, kemudian menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah berada di ruang ujian,"jelasnya.

Peserta yang diperbolehkan mengikuti tes adalah yang memiliki suhu di bawah 37,5 derajat. Sementara bagi yang memiliki suhu lebih akan langsung ditangani tenaga medis. Pada kondisi tertentu, panitia akan melakukan rapid test  di lokasi untuk memastikan peserta dapat mengikuti ujian.

"Saat ini kami sudah menyiapkan 2 tenaga medis yang berasal dari salah satu rumah sakit swasta di Lampung Selatan. Serta dibantu panitia di bidang medis kurang lebih 5 orang," tutupnya. (*)