Dinas PTSP Lambar Mengaku Belum Terima Laporan Pemberangkatan TKI
Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Tenaga Kerja setempat, Sugeng Raharjo, saat dikunjungi di ruang kerjanya, Selasa (30/6). Foto: Iwan/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Terkait dengan adanya satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Lampung Barat yang akan berangkat ke Singapura, Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Lampung Barat mengaku belum menerima laporan.
Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Tenaga Kerja setempat, Sugeng Raharjo, saat dikunjungi Kupastuntas.co di ruang kerjanya mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya tidak menerima laporan.
"Sampai saat ini belum ada aturan baru yang memperbolehkan mengeluarkan rekomendasi terhadap warga yang ingin menjadi TKI," kata Sugeng, Selasa (30/6).
Dasar tidak boleh mengeluarkan rekom tersebut jelas Sugeng, yakni sesuai dengan surat edaran Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia nomor 04 tahun 2020 tentang penghentian sementara layanan penempatan pekerja migran dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
"Jadi menindak-lanjuti keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor 151 tahun 2020 tanggal 18 Maret lalu. Kita diminta untuk menghentikan seluruh proses penempatan pekerja migran Indonesia mulai tanggal 26 Maret 2020 sampai dengan adanya kebijakan baru," jelas Sugeng.
"Tapi kalau TKI lama lanjut Sugeng, dirinya kurang paham karena memang keputusan ada pada negara tujuan walaupun seharusnya mereka tetap harus laporan dengan dinas, minimal memberi tahu secara lisan agar bisa dilakukan pendataan," pungkas Sugeng. (*)
Berita Lainnya
-
Akses Ekonomi Lumpuh, Bupati Lambar Instruksikan Percepatan Perbaikan Jalan Putus di Gedung Surian
Jumat, 03 April 2026 -
Satpol PP Lampung Barat Tertibkan Belasan Banner Liar
Kamis, 02 April 2026 -
Produksi Melimpah, PAD Seret, Pemkab Lampung Barat Bedah Kebocoran Pajak Kopi
Kamis, 02 April 2026 -
Pemprov Gelontorkan Puluhan Miliar Bangun Jalan di Lambar, Mistiana: Harapan Baru Akses dan Ekonomi Warga
Kamis, 02 April 2026








