• Jumat, 10 Juli 2020

DP3AP2KB Tanggamus Targetkan Layani 3.400 Akseptor KB

Senin, 29 Juni 2020 - 11.58 WIB
21

Kepala Dinas P3AP2KB Tanggamus, Edison saat menerima tumpeng dari Bupati Tanggamus, Dewi Handajani pada puncak Harganas ke 27 tingkat Kabupaten Tanggamus, Senin (29/6/2020). Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Tanggamus - Melalui program pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor di Indonesia, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanggamus menargetkan memberikan pelayanan kepada 3.400 akseptor Keluarga Berencana (KB) pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2020.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tanggamus, Edison disela  upacara bendera memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 27 dan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tingkat Kabupaten Tanggamus,(29/6/2020) mengatakan, pada puncak peringatan Harganas ke 27, pada Senin tanggal 29 Juni 2020 ini pihaknya menggelar pelayanan KB gratis untuk masyarakat. 

Dimana layanan ini ditargetkan akan diberikan kepada 3.400 akseptor, dan menjadi bagian program pelayanan kontrasepsi 1 juta akseptor yang secara serentak di seluruh Kabupaten Tanggamus bahkan seluruh Indonesia.  

"Mudah-mudahan target yang ditetapkan sebanyak 3.400 akseptor ini bisa memecahkan rekor MURI yang merupakan target pelayanan kontrasepsi 1 juta akseptor yang secara serentak di seluruh Indonesia," kata Edison.

Dikatakan Edison, pelayanan KB gratis tersebut diikuti para peserta dengan berbagai jenis pelayanan KB. Antara lain metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implant dan vasektomi. Selain itu  juga memberikan pelayanan metode kontrasepsi jangka pendek seperti pil, suntik KB dan kondom. 

"Saya mengajak masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan itu dengan menghubungi fasilitas kesehatan terdekat atau menghubungi para tenaga penyuluh KB, Posyandu, kantor pekon, kelurahan dan kecamatan," katanya.

Kegiatan itu akan dilaksanakan di Puskesmas, Rumah Sakit dan faskes lain pada 29 Juni 2020 dengan penerapan penuh protokol pencegahan COVID-19 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terpapar virus tersebut. (*)