• Jumat, 10 Juli 2020

Pemkab Pesawaran Ajak Pengelola Wisata Ubah Tren Sebelum Buka Kembali

Jumat, 05 Juni 2020 - 19.45 WIB
16

Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Kesuma Dewangsa. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran meminta kepada para pengelola wisata, agar bisa merubah tren pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Kesuma Dewangsa, Jumat (5/6/2020).

"Ya, kita mendapatkan informasi jika Pemerintah Pusat akan kembali membuka sektor wisata di tengah pandemi Covid-19, begitupun Pemkab Pesawaran, siap mengikuti instruksi Pemerintah Pusat tersebut," kata Kesuma Dewangsa.

"Jika dilihat, saat ini tren penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pesawaran terus mengalami penurunan. Bahkan sudah tidak ada lagi masyarakat Pesawaran yang mendapatkan perawatan akibat terpapar Covid-19," timpalnya. 

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah merubah tren pariwisata, dimana health, hygiene, safety dan security akan menjadi pertimbangan para wisatawan yang akan berkunjung.

Maka dari itu, pihaknya mengajak para pelaku wisata untuk mempersiapkannya dengan mengedepankan protokol kesehatan serta mematuhi anjuran Pemerintah. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan therma gun pada setiap pintu masuk.

"Menyediakan ruang isolasi sementara jika ada pengunjung yang terpapar Covid-19 dan pelayanan kesehatan serta kendaraan kesehatan sendiri yang nantinya berfungsi melayani wisatawan yang sakit," ujarnya.

Kesuma melanjutkan, yang tak kalah penting adanya pembatasan jumlah kunjungan, dimana tempat wisata tersebut hanya boleh menerima wisatawan sebanyak lima puluh persen dari total kapasitas tempat wisata tersebut.

"Jadi misal tempatnya biasa menerima 100 orang, sekarang hanya bisa 50 orang saja," lanjutnya.

Ia pun menjelaskan, sebelum para pengelola wisata membuka tempat wisatanya, pihaknya juga akan melakukan simulasi terlebih dahulu.

"Sesuai dengan arahan Pemerintah pusat, sebelum dibuka kita juga akan melakukan evaluasi sekaligus melihat kesiapan sarana dan prasarana dari tempat wisata tersebut, apakah sudah sesuai dengan protokol Kesehatan atau belum. Jika belum siap, kita akan minta pelaku wisata tersebut untuk memenuhinya," jelasnya.

Dikatakannya lebih lanjut, untuk rumah-rumah ibadah juga akan segera dibuka kembali sesuai arahan Pemerintah Pusat, tentunya dengan mengedepankan protokol Kesehatan. Jika memungkinkan, rumah ibadah diharapkan mampu menyiapkan therma gun untuk jemaah.

"Seperti umat Islam, diminta untuk membawa sajadah sendiri ketika salat. Mempersiapkan tempat wudhu dan cuci tangan menggunakan air mengalir, ini juga sekaligus upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19," pungkasnya. (*)