• Rabu, 08 Juli 2020

Petani di Lampung Barat Keluhkan Harga Terong dan Kol

Rabu, 03 Juni 2020 - 12.54 WIB
105

Petani Lampung Barat saat memanen hasil pertaniannya. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Lampung Barat - Petani terong di kabupaten Lampung Barat mengeluhkan harga yang sudah satu bulan ini stabil di harga rendah, padahal sebelum puasa harga terong ungu mencapai Rp 3000 perkilonya. 

Salah satu petani di kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Yasir mengaku sudah satu bulan lebih terong miliknya dihargai  Rp 1500 perkilonya oleh pengepul.

Lanjutnya, kondisi tersebut sudah cukup baik, karena sebelumnya pernah juga di angka Rp1000 perkilonya, hanya saja kondisi harga saat ini belum stabil seperti biasa.

Ditanya penyebab rendahnya harga, Yasir mengaku tidak mengetahui persis. Dia beransumsi disebabkan adanya pandemi covid-19.

"Saya kurang tahu apakah itu karena corona atau bukan, yang jelas saat ini harganya rendah, tapi kalau tidak dipanen sayang karena kami masih berharap harga kembalu naik," ungkap Yasir, Kamis (3/6/2020).

"Lahan garapan saya ada sekitar 4 sampai 5 rantai, setiap seminggu sekali panen menghasilkan 5 kuintal. Jadi mubazir juga kalau tidak dipetik," lanjutnya.

Selain terong ungu, harga kol juga anjlok, yang sebelumnya Rp 6000 sekarang tinggal Rp 3000 perkilonya, tapi sekali lagi saya tidak tahu apakah ini dampak corona atau bukan.

"Kebetulan selain menanam terong, saya juga tanam kol, tapi sama dengan terong, harga kol turun hingga 50 persen dari biasanya. Tapi lagi-lagi saya tidak tahu penyebab nya apa," keluh Yasir. (*)