• Minggu, 07 Juni 2020

Seorang Petugas Pandu di Stasiun Kepanduan Kota Agung Reaktif Positif Covid-19

Jumat, 22 Mei 2020 - 09.04 WIB - 958

Foto: Ilustrasi.

Tanggamus - Lagi, satu kasus positif Covid-19 kembali ditemukan di Kabupaten Tanggamus, Jumat (22/05/2020).  Kali ini, seorang petugas penyandaraan kapal di dermaga Pelabuhan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus berinisial TMS (65), positif Covid-19.

Data yang berhasil dihimpun Kupastuntas.co,  saat ini TMS (65) yang merupakan seorang Pandu/Pilot Kepanduan PT. Pelindo Cabang Panjang Kepanduan Kota Agung, Tanggamus ini tengah menjalani karantina mandiri di mess Stasiun Kepanduan Kota Agung sambil menunggu hasil swab yang akan dilakukan Puskesmas Kota Agung dan RSUD Batin Mangunang Tanggamus.

Pada Kamis (21/5/2020) 19.30 WIB. TMS yang tercatat warga Sawangan Depok, Jawa Barat dinyatakan Positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan oleh KKP Panjang.

TMS yang berada di Kota Agung sejak (3/5/2020), merupakan pasien OTG ( orang tanpa gejala) sehingga ia tetap melakukan aktivitas seperti biasa dan berinteraksi dengan banyak orang di Pelabuhan Kota Agung.

"Pak TMS ini OTG dan mengetahui bahwa dirinya dinyatakan positif corona setelah menjalani rapid tes yang dilakukan oleh KKP Panjang," kata seorang kolega TMS di Stasiun Kepanduan Kota Agung.

TMS juga memiliki riwayat penyakit terdahulu berupa  Pemasangan ring di jantung sebanyak 5 titik (4 titik 17 tahun yang lalu dan satu titik 5 tahun yang lalu). Kemudian operasi Amandel 30 tahun yang lalu, dan post operasi Polip 5 tahun yang lalu.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, Taufik Hidayat saat dihubungi melalui telpon selulernya, membenarkan TMS dinyatakan positif Covid 19 hasil rapid tes KKP Panjang.

"Hari ini juga tim dari Puskesmas Kota Agung dan RSUD Batin Mangunang akan melakukan swab kepada TMS," ujar Taufik Hidayat.

Selain itu, Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Tanggamus akan melakukan tracking atau penelusuran dengan siapa saja TMS pernah kontak fisik. 

"Dari hasil tracking ini akan dilakukan rapid tes. Untuk itu saya minta siapapun yang pernah kontak fisik dengan TMS untuk terus terang ke petugas kesehatan terdekat," kata Taufik Hidayat. (*)

  • Editor : Qhasmal Qhadumi