• Rabu, 03 Juni 2020

Ketua PMI Way Kanan Edward Berikan Bantuan Kepada Kakek dan Nenek Penghuni Gubuk Reot

Minggu, 17 Mei 2020 - 18.45 WIB - 22

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Way Kanan, Edward Anthony, saat memberikan bantuan kepada Kakek dan Nenek penghuni Gubuk Reot. Foto: Sandi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan - Sepasang Kakek dan Nenek yang hidup di Gubuk Reot. Tepatnya di Kampung Bumi Dana Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan mendapatkan perhatian khusus dari Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Way Kanan, Edward Anthony.

Pasangan kakek nenek Arsad dan Rawi (75) hidup di Gubuk Reot dengan beralaskan tanah ukuran 4×6 meter, di dalam gubuk terlihat kumuh hanya ada tempat tidur dan sekaligus dapurnya disitu. Pekerjaannya pun tidak pasti. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja tidak pernah cukup, selain itu rumahnya menyendiri jauh dari tetangga dan menupang tanah di tengah kebun milik besannya.

Kakek Arsad, dihadapan ketua PMI Way Kanan mengaku, dirinya tinggal hampir 4 tahun di Kampung Bumi Dana Kecamatan Way Tuba.

"Saya dan istri hidup hanya berdua di gubuk ini. Sedangkan pekerjaan tidak menentu. Untuk makan sehari-hari terkadang dibantu warga disekitarnya. Sedangangkan untuk bantuan dari pemerintah tidak pernah dapat, baik bantuan dari PKH maupun BLT-DD," ungkapnya, Minggu (17/5/2020)

Atas keprihatinan penderita nasib kakek nenek ini. Ketua PMI Way Kanan, Edward Anthony, yang di dampingi Kepala Markas PMI Way Kanan, Yoni Aliestiadi, Pengurus PMI Way Kanan, Pebri, serta Abdullah Candra Kurniawan, mendatangi kediaman mereka di Kampung Bumi Dana, Kecamatan Way Tuba.

Dalama kunjungan ini, ketua PMI memberikan uang tali kasih dan sembako untuk keperluan sehari-hari yang disaksikan oleh Kepala Kampung Bumi Dana dan aparat Kampung. Selain itu, atas inisiatif ketua PMI kakek dan nenek ini diusulkan untuk mendapatkan bantuan bangunan rumah yang dari Program PKH di Dinas Sosial.

Ketua PMI Way Kanan juga menyaksikan hibah tanah buat pasangan Kakek dan nenek ini dari salah satu warga. Sehingga dengan adanya hibah tanah dengan ukuran 9×12 Meter dapat dibangun rumah yang layak untuk mereka.

Edward Anthony mengatakan, kegiatan PMI peduli adalah pemberian bantuan kepada yang berhak mendapatkan bantuan tapi tidak mendapatkan bantuan BLT, PKH dan bantuan lainnya dari Kementerian Sosial RI.

“Untuk pasangan kakek dan nenek ini, kami juga membantunya untuk mendapatkan bantuan rumah yang akan diajukan ke Dinas Sosial," ungkapnya.

Edward juga berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi pemicu bagi pihak-pihak lain untuk ikut serta bahu-membahu dan membantu baik masyarakat maupun tenaga kesehatan, yang selalu setia melayani masyarakat Way Kanan dalam masa pandemi Covid-19 ini. (*)

  • Editor : Didik Tri Putra Jaya